SUARA PEMBARUAN DAILY

Bhinneka Tantang SM Britama

[SEMARANG] Pelatih Satria Muda (SM) Britama, Fictor Gideon Roring, yang sukses mengantar timnya menjadi juara dalam turnamen antarklub ASEAN belum lama ini, mengganggap siapa pun yang menang antara Bhinneka Solo maupun CLS Knight Surabaya, sama-sama harus diwaspadai dalam final four kompetisi liga bola basket Indonesia, A Mild IBL 2008, awal Mei mendatang.

Berbicara di sela-sela pertandingan hari kedua babak play off IBL 2008, antara Bhinneka melawan CLS yang digelar di GOR Sahabat, Semarang, Minggu (13/4) petang, pelatih SM yang akrab dipanggil Ito itu menjelaskan, walaupun secara kekuatan timnya berada "di atas angin", namun dia tak mau meremehkan tim mana pun. "Sudah banyak contohnya tim yang dianggap terkuat, ternyata bisa dikalahkan oleh tim yang lebih lemah," ujar Ito.

Pertandingan babak play-off itu sendiri akhirnya dimenangkan oleh Bhinneka, yang membuat tim asal Solo itu akan berhadapan dengan juara bertahan IBL 2007, SM Britama. Sementara pemenang babak play-off antara Garuda Bandung melawan Kalila Jakarta yang akan diadakan di Bandung, 19-20 April mendatang, akan menghadapi runner-up IBL 2007, XL Aspac Jakarta.

Pelatih Bhinneka Solo, Ateng Sugijanto, mengaku timnya akan menghadapi lawan tanggu, SM Britama, yang secara kualitas lebih baik dari rata-rata pemain Bhinneka. Namun Ateng tak gentar. Dia mengaku secara postur tubuh rata-rata pemain SM Britama lebih tinggi dibandingkan Bhinneka.

"Karena itu Bhinneka akan memperkuat dari segi fisik pemain, di samping juga menyiapkan strategi khusus dengan menjaga pemain-pemain kunci dari SM," ujar Ateng.

Masih mengandalkan sejumlah pebasket senior, seperti I Made "Lolik" Sudiadnyana, Pek King Dhay, dan Danny Harahap, Bhinneka tampaknya terlalu kuat dibandingkan lawannya, CLS Knight Surabaya, dalam pertandingan play-off di Semarang. CLS Knight yang diperkuat tujuh pemain baru, mencoba memberi perlawanan pada pertandingan pertama Sabtu (12/4) petang. Bhinneka menang 87-76. Lolik menjadi pemain terbaik, Man of the Match (MoM), dalam pertandingan tersebut. Lolik yang merupakan mantan pemain nasional seangkatan pelatih SM Britama itu, mencetak 29 angka.

Pada pertandingan kedua yang berlangsung di tempat yang sama, Minggu (13/4) petang, Bhinneka kembali unggul atas CLS. Di kuarter pertama, Bhinneka telah meninggalkan jauh CLS dengan skor 25-10. Anak-anak Surabaya mencoba bangkit di kuarter kedua dengan saling membagi angka sama 29-29 di kuarter itu, namun secara keseluruhan Bhinneka masih tetap memimpin 54-39.

Lolik yang di kuarter pertama hanya mencetak 3 angka, pada kuarter kedua membukukan 12 angka. Sementara pemain muda berbakat dari Bhinneka, Rachmad Febri Utomo, yang di kuarter pertama mencatat 10 angka, menambah delapan angka lagi kuarter ini. Dari pihak CLS, Charly Affandi masih menjadi andalan timnya untuk memasukkan bola ke jaring lawan. Bhinneka menang 101-82. [B-8]


Last modified: 14/4/08