SUARA PEMBARUAN DAILY

Sekilas

Warga Bengkulu Utara Resah

Warga lima desa di Kecamatan Pondok Kepala, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu resah. Pasalnya, lahan telantar milik PT Eka Hasfram yang selama ini digarap warga menjadi kebun kelapa sawit akan diambil kembali perusahaan tersebut.

Padahal, sebagian kebun sawit sudah mulai menghasilkan. Warga desa yang resah itu, antara lain di Desa Paku Aji, Talang Boseng, Kertapati dan Talang Donok.

Kepala Desa Paku Aji, Liskan yang dihubungi SP, di Bengkulu, Minggu (13/4) membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, lahan hak guna usaha PT Ika Hasfram yang berada di sekitar wilayah lima desa tersebut seluas 1.400 hektare (ha).

Sekitar 90 persen digarap masyarakat untuk penanaman dan kelapa sawit. Hal ini dilakukan karena lahan tersebut sudah belasan tahun ditelantarkan PT Ika Hasfram.

Sekarang perusahaan tersebut kembali menggarapnya. Meskipun pihak perusahaan menawarkan ganti rugi kepada masyarakat sebesar Rp 12 juta per ha, tapi ditolak. Sebab, harga kebun sawit dan karet yang sudah menghasilkan kalau dijual Rp 40 juta per ha, katanya. [143]

Jateng Belum Akan Ekspor Beras

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) sampai saat ini belum akan mengekspor beras, walau hasil panennya melebihi target dan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jateng yang tersebar di 35 kabupaten/kota.

"Pemprov Jateng tidak tergiur dengan tingginya harga beras di luar negeri yang jauh lebih tinggi dibanding harga beras di dalam negeri," kata Gubernur Jateng Ali Mufidz, seusai melantik Bupati Banyumas Marjoko dan wakilnya Muhamad Husein, di Banyumas, pekan lalu.

Tahun 2008, Jateng surplus beras sampai 1,6 juta ton. Namun, Pemprov Jateng tetap akan mengikuti kebijakan nasional untuk tidak mengekspor beras ke luar negeri, walaupun beberapa negara sudah menyatakan siap menerima beras dari Indonesia.

Surplus beras 2008 akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan cadangan pangan nasional. Jateng hanya membutuhan 450.000 ton, yang telah disimpan di gudang Bulog yang tersebar di 35 daerah kabupaten/kota. [WMO/M-11]

PNS, Cermin bagi Masyarakat

Gubernur Provinsi Papua Barat Abraham Oktovianus Atururi, Kamis (10/4), meresmikan gedung kantor gubernur berlantai tiga di Jalan Siliwangi, Kompleks Kotaraja, Manokwari.

Gedung kantor gubernur yang dibangun PT Panca Duta Karya Abadi sejak tahun 2006 itu terletak di atas tanah seluas 3.318 meter persegi. "Bangunan ini me- nelan dana Rp 30,2 miliar," ujar Kepada Dinas Pekerja-an Umum L Siagian kepada SP di Manokwari, Sabtu (12/4).

Sementara itu, Gubernur Papua Barat Abraham O Atururi mengatakan, kantor ini diharapkan menjadi cermin yang besar untuk mengabdi kepada masyarakat di seluruh Papua Barat.

"Kalau cermin kita lurus kita akan berjalan lurus, kalau bengkok tentu akan bengkok. Diharapkan pegawai negeri sipil sebagai abdi negara dan masyarakat mulai dari Pemerintah Provinsi Papua Barat, kabupaten/kota, distrik bahkan perangkat pemerintahan kampung sekalipun harus menjadi cermin yang baik bagi masyarakat. Semuanya harus jadi teladan bagi masyarakat. Jangan minta dilayani rakyat, tetapi harus melayani mereka ," ujarnya. [154]

SP/Adi Marsiela

Pemenang Sementara

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (tiga dari kiri) dan Dede Yusuf (dua dari kanan) merayakan kemenangan sementara mereka bersama simpatisan dan pendukungnya di Hotel Papandayan, Bandung, Minggu (13/4). Hasil hitung cepat dari Lingkaran Survei Indonesia menyatakan pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf menang sementara atas saingannya, Agum Gumelar-Nu'man Abdul Hakim dan Danny Setiawan-Iwan Ridwan Sulanjana.


Last modified: 14/4/08