[PINRANG] Hujan yang melanda sejumlah daerah di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (13/4) menyebabkan banjir. Dua warga ditemukan tewas saat luapan air menerjang dua desa di Kabupaten Pinrang. Mereka yang tewas, yakni kakak beradik, Anda (13) dan Atek (14), warga Desa Sulopolo, Kecamatan Cempa, terserat arus banjir.
Wandi, saudara kedua korban juga nyaris tewas terseret arus, namun berhasil selamat setelah tersangkut dibatang kayu. Kecepatan arus air pada saat kejadian mencapai 1.080 meter kubik per detik dan merendaman permukiman warga sejak 11 April, kata Hubungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pinrang, Zainal Hafid.
Setelah dilakukan pencarian, Anda dan Atek ditemukan tidak bernyawa lagi sekitar pukul 14.00 Wita. Jenazah keduanya ditemukan pada jarak 10 meter dari lokasi awal keduanya terseret arus.
Rencananya, korban dimakamkan, Senin (14/4) siang. Namun, Renta, ayah kedua korban yang bekerja sebagai petani, itu bingung harus memakamkan kedua anaknya sebab desanya masih terendam air. Atas bantuan warga setempat, kedua jenazah akhirnya dibawa ke rumah keluarganya di Kota Pinrang.
Bupati Pinrang A Nawir Pasinringi dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Irwan Hamid telah meninjau dua desa yang terendam banjir. Bupati menyerahkan bantuan ratusan dos air mineral dan mi instan untuk warga di dua desa itu.
Selain Desa Sulopolo, banjir juga merendam Desa Sikuala. Kedua desa tersebut bertetangga. Akibat banjir di dua desa tersebut, selain permukiman warga, sekitar 400 hektare areal persawahan ikut terendam. [148]