SUARA PEMBARUAN DAILY

Sang "Dokter" Itu Peduli Sesama Sejak Kecil

"Wah, salah semua, Bu, tapi nggak apa-apalah, toh Ibu sudah tua!" Ucapan polos gadis kecil itu seketika mengundang tawa orang-orang di sekitar. Gadis kecil itu akrab disapa Gaby, dokter kecil yang sedang memeriksa kesehatan mata seorang ibu paruh baya.

Petang itu, Gaby yang duduk di kelas empat sekolah dasar (SD) Santa Ursula Jakarta tak sendirian. Ia datang bersama empat temannya, yang juga dokter kecil, untuk mengisi acara dalam sebuah pergelaran seni untuk anak-anak yang dilangsungkan di Gedung Kesenian Jakarta, Jumat (28/3).

Dokter kecil memang tak ada hubungannya dengan pergelaran seni. Namun, di antara ratusan anak yang hadir memeriahkan acara bertajuk ''Pesta Kesenian Anak Mutiara Indonesia'' hari tersebut, lima anak dengan busana jas putih dan bergaya ala dokter itulah yang lebih menarik perhatian dan kekaguman pengunjung.

Bersama kakak kelasnya, Benedicta, yang duduk di kelas V, Gaby memberikan pengarahan kepada seorang ibu berusia sekitar 50 tahun yang berminat diperiksa kesehatan matanya. Sambil memegang papan bertuliskan huruf-huruf dengan berbagai ukuran, Gaby mulai menunjuk huruf-huruf di papan untuk disebutkan "si pasien".

Dengan penuh percaya diri dan suara lantang, Gaby yang bernama lengkap Gabriella Grace Gunawan itu bersama kawan-kawannya melakukan demo layaknya dokter sungguhan. Satu per satu mereka mengajak pengunjung memeriksakan kesehatan mata dengan menggunakan papan putih yang penuh dengan huruf, seperti di tempat praktik dokter mata.

Sambil menunjuk-nunjuk ke arah monitor lap top yang ada di meja, Gaby memberikan penjelasan kepada para pengunjung tentang pengalaman menjadi seorang dokter kecil. Kegiatan-kegiatan rutin yang dilakukan seorang dokter kecil di sekolah mencakup pemeriksaan kuku, gigi, pengukuran berat badan dan tinggi badan.

Tampak ekspresi wajah senang sekaligus kagum yang terpancar dari wajah ibu paruh baya itu. Berkali-kali ia mengusap kepala anak-anak yang melayani memeriksakan matanya, sambil tertawa-tawa bersama mereka.

Di sekeliling sebuah meja panjang yang dipenuhi foto kegiatan dokter kecil dan sketsa-sketsa berwarna-warni, lima dokter kecil juga beraksi memberikan penjelasan kepada pengunjung. Ada yang menjelaskan tentang kesehatan gigi, mata, dan ada pula yang sedang mempresentasikan kegiatan-kegiatan dokter kecil di sekolah.

Dokter-dokter kecil itu adalah murid-murid SD Santa Ursula yang dipilih oleh wali kelas masing-masing untuk dididik menjadi dokter-dokter kecil, yang menguasai dasar-dasar penanganan pasien. Pada jam-jam yang telah disesuaikan pula, para dokter kecil ditugaskan untuk siap sedia di ruang unit kesehatan sekolah (UKS).

Pengawasan Puskesmas

Pada awalnya, para calon dokter kecil yang terpilih di kelasnya mendapat pelatihan mengenai pertolongan pertama pada kegawatdaruratan (P3 Gadar). Pelatihan diberikan mulai dari menilai kondisi pasien sampai dengan menentukan prioritas tindakan. Tahap pembelajaran itu mendapatkan pengawasan dari puskesmas setempat.

Para guru juga menanamkan kepada seluruh siswa sekolah, khususnya dokter kecil, bahwa menjaga kebersihan itu penting. Selain karena kebersihan terbukti memberikan pengaruh yang besar terhadap kesehatan tubuh manusia, kebersihan juga mutlak diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari tanpa harus diperintahkan.

Setidaknya itulah secuil dari banyak rangkaian materi yang menjadi dasar pembelajaran para dokter kecil di UKS SD Santa Ursula, Pasar Baru, Jakarta.

Pendamping para dokter kecil yang juga merupakan guru kesehatan dan jasmani di SD Santa Ursula, Silvi, mengatakan, dengan adanya kegiatan dokter kecil itu, anak-anak dapat belajar peduli kepada sesama dan mempunyai hati yang selalu berinisiatif untuk menolong.

Gaby dan Benedicta, misalnya, memang mengaku bercita-cita menjadi seorang dokter kelak bila sudah dewasa. Mereka mengaku senang dipilih wali kelas untuk membantu di UKS dan menolong teman-teman yang sakit.

Seperti diakui para dokter kecil itu, kepuasan yang tak terukur akan sangat terasa ketika mengetahui ada seorang teman yang merasa lebih baik setelah menerima perawatan dari mereka. Pelajaran-pelajaran yang diterima dokter kecil juga menjadikan mereka sebagai anak-anak yang lebih mandiri. [WWH/M-15]


Last modified: 13/4/08