![]()
SP/Ignatius Liliek
Pengunjung pameran memperhatikan foto karya fotografer Prancis pada pameran foto bertajuk "Memotret Warisan Budaya" di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (10/4). Pameran fotografi yang menampilkan sejumlah warisan budaya dibelahan dunia ini berlangsung sampai dengan Minggu (20/4).
emua benda di muka bumi ini baik itu makhluk hidup atau benda mati memiliki makna. Misalnya pohon besar tua yang berumur ratusan tahun pasti memiliki nilai sejarah yang tinggi. Tidak hanya makhluk hidup, benda mati seperti bangunan tua, pabrik tua, atau monumen tua menjadi waris-an sejarah yang bernilai khusus.
Makna dan nilai sejarah suatu benda dan bangunan tua dikemas dalam pameran fotografi, bertajuk Memotret Warisan Budaya (Photogaphier le Patrimoine). Pameran yang diselenggarakan Pusat Kebudayaan Prancis (CCF) berlangsung selama 10 hari di Bentara Budaya Jakarta, sejak 10-20 April 2008.
Pameran menampilkan seleksi fotografi dalam bentuk warisan budaya yang sangat luas. Warisan budaya tidak melulu berpatokan pada monumen bersejarah atau tem- pat penting dalam suatu negara. Warisan bersejarah bisa berbentuk pilar gereja, pabrik, bangunan, furniture, dan pemandangan alam.
Puluhan foto berbingkai hitam dikemas menjadi sebuah cerita dari perjalanan warisan budaya. Perjalanan dibagi menjadi 16 tema tentang warisan yang akan ditinggalkan bagi generasi masa depan. Foto-foto tersebut merupakan inventaris umum warisan budaya dari Kementerian Kebudayaan dan Komunikasi Prancis yang dibuat sekitar tahun 1962 sampai sekarang.
Perjalanan 16 tema dirangkai seperti cerita yang satu sama lain saling terkait. Empat tema yang dipilih menjadi cerita utama, yakni Defining The Space, Crossing The Space, Taking Photograps of The Town, Buildings, dan Outside, Doorways, Floors, and Windows. Tema lainnya adalah Passageways and Corridors, The Enclosed and The Covered Up, Stairs, Sacred Naves and Profane Naves, Interiors, The Performance and The Machine, Décor and Furniture, Sculptures, Accumulations and Collection, dan Reviewing the Details.
Semua pemandangan yang tertangkap lensa kamera ditampilkan sebagai sesuatu yang unik. Interpretasi fotografer menyatu dengan pemandangan yang dipotretnya. Misalnya foto berjudul Ludovic Lesur yang diambil tahun 2001.Fotografer Jean Luc Sarrola menampilkan nilai sejarah pemandangan utuh perbukitan dan deretan rumah penduduk.
Pemandangan tersebut diambil di desa Vue Generale di Prancis. Sang fotografer bermain dengan dua warna senada, yakni hijau dedaunan dan krem. Selain menampilkan sisi sejarah dari perbukitan, terdapat juga foto gunung cadas yang berjudul Vue de Situation. Gunung cadas yang berumur puluhan atau ratusan tahun itu memiliki merupakan bukti nyata dari sebuah warisan budaya.
Perjalanan Panjang
Selain pemandangan alam, dalam tema Crossing The Space para fotografer bercerita tentang perjalanan panjang menuju sebuah bangunan. Foto-foto tersebut menggambarkan kesamaan yakni adanya panduan berupa jejak, barisan pohon, dan jalan setapak yang menuju pada satu tempat. Tema lain yang juga menampilkan karya menarik, yakni Outside. Dua foto menampilkan pemandangan di luar ruangan. Objek dari foto tersebut adalah patung-patung dan pilar-pilar kuno. Uniknya, foto ini menyajikan kelihaian fotografer bermain siluet. Pancaran sinar matahari menghasilkan bayangan sempurna patung dan pilar-pilar.
Hampir semua foto dalam pameran ini menyajikan sisi lain dari suatu ruangan. Kesan hampa, kosong, ramai, tua, dan unik tergambar jelas lewat foto-foto. Foto dengan tema Stairs menggambarkan kesan kosong dari lorong tangga. Ruang kosong dalam tangga melingkar seolah menceritakan kehampaan karena tidak satu pun hadir di tempat itu. Warna hitam putih seolah menguatkan kesan kosong dalam foto tersebut.
Tidak hanya foto ruang kosong, terdapat juga beberapa foto ruangan yang didominasi benda-benda atau interior tua. Seperti foto bertema Doorways, Floors, and Windows yang menggambarkan pentingnya tiga objek tersebut dalam ruangan. Jendela, pintu, dan jalan digambarkan sebagai benda yang menjadi warisan sejarah. Tiga benda tersebut tanpa disadari merupakan hal penting dari perjalanan sejarah. Dalam sesi terakhir, foto-foto dengan tema Reviewing The Details menonjolkan peninggalan sejarah berupa benda kerajaan. Sebuah cap kerajaan serta sendok dan garpu milik kerajaan juga menjadi bukti sejarah bernilai tinggi. [EAS/N-4]