SUARA PEMBARUAN DAILY

Jogja Fashion Week Digelar Agustus

[YOGYAKARTA] Festival rakyat juga akan berlangsung di Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara bernama Jogja Fashion Week (JFW) 2008 itu akan digelar di Pergelaran Keraton Yogyakarta, 27-28 Agustus mendatang. Ajang ini dimaksudkan untuk mempromosikan Yogyakarta sebagai salah satu kota pariwisata dunia di Indonesia.

"Melalui kegiatan yang melibatkan para desainer fashion, industri tekstil, garmen, sepatu, tas, perhiasan, dan industri asesoris serta unsur pendukung lainnya itu, diharapkan bisa mendukung promosi yang optimal tanpa menghilangkan esensi keindahan, kecantikan dan kekayaan seni budaya bangsa Indonesia," kata Ketua Umum Pelaksana JFW 2008, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pembayun di Yogyakarta,baru-baru ini.

Seperti dikutip Antara, Pembayun mengatakan kegiatan dalam rangkaian JFW 2008 antara lain berupa fashion show, karnawal, pameran busana serta kompetisi fesyen. Peragaan Busana menampilkan koleksi para perancang busana dari seluruh Indonesia dengan kreasi mereka yang mengacu pada keragaman seni budaya Indonesia.

Karnaval akan digelar dalam bentuk parade di sepanjang jalan utama kota Yogyakarta. Kegiatan ini sekaligus untuk memberi inspirasi dan informasi kepada masyarakat tentang ungkapan ekspresi desainer, seniman dan pekerja seni terhadap keanekaragaman budaya bangsa Indonesia.

Pameran busana nantinya berupa pameran dagang hasil karya perancang busana Indonesia serta pengusaha industri tekstil, garmen, perhiasan, tas dan industri asesori yang disajikan sesuai kebutuhan pasar global tanpa meninggalkan tradisi Indonesia. Kompetisi Fashion merupakan media untuk memotivasi desainer muda serta menggali bakat dalam khasanah merancang busana.

Sementara itu, Ketua I JFW 2008 Sumono Wibowo mengatakan desainer bisa mengglobalisasikan fashion Indonesia dengan menerapkan bahan tradisional dalam bentuk pakaian yang dapat diterima di dunia internasional.

"Untuk itu, seorang desainer harus tahu mode yang selalu berkembang mengikuti zaman dengan mengenal baik budaya Indonesia," katanya.

Dengan demikian, diharapkan desainer berkarya dalam bentuk fashion yang bisa diterima masyarakat dan dunia internasional, dengan 'mengangkat' kain tradisional untuk bisa dijadikan 'fashionable', sehingga fashion Indonesia bisa mengglobal. "Tetapi, semua itu tetap mengacu pada keragaman seni budaya Indonesia," katanya. [U-5]


Last modified: 13/4/08