[KOLAKA] Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka, Sulawesi Tenggara dinilai berhasil memberdayakan kalangan ekonomi lemah. Secara langsung ataupun tidak, kepedulian Pemkab Kolaka menanggulangi kemiskinan dan ketertinggalan masyarakat, melalui gerakan pembangunan masyarakat sejahtera (Gerbangmastra), ternyata ikut mendongkrak aktivitas pelaku ekonomi lemah.
Dalam siaran tertulis Pemkab Kolaka yang diterima SP, Minggu (13/4) disebutkan, banyak usaha UKM yang bangkit setelah adanya Gerbangmastra, apalagi program itu tidak sekadar meningkatkan taraf hidup masyarakat dan menanggulangi kemiskinan, tetapi juga dinilai efektif melonjakkan partisipasi masyarakat untuk membangun daerahnya sendiri.
"Yang kami lihat, Pemerintah Kabupaten Kolaka menaruh kepedulian yang tinggi dalam menanggulangi kemiskinan dan mengembangkan sumber daya manusia," kata Wakil Rektor Western Mindanao State University, Dr Milabel E Ho, yang beberapa kali mengunjungi Kabupaten Kolaka, terkait kerja sama Pemkab membangun rumah sakit umum daerah dan pusat pendidikan keperawatan terbesar di Indonesia Bagian Timur tersebut.
Sebelumnya, penilaian yang sama juga dikemukakan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Surya Dharma Ali, serta Panglima Kodam VII Wirabuana, Mayjen TNI, Arief Budi Sampurno. Dalam kunjungan kerjanya ke Kolaka beberapa waktu lalu, Menneg Koperasi dan UKM sempat memuji Gerbangmastra sebagai program pemberantasan kemiskinan, yang mampu melonjakkan partisipasi aktif masyarakat untuk membangun sendiri diri, keluarga, dan daerahnya.
"Saya benar-benar kagum dan mendukung penuh program yang melibatkan seluruh masyarakat ini," kata Surya Dharma, saat itu.
Program desa model Gerbangmastra tahun ini memasuki tahun puncak, sejak pencanangannya sekitar tiga tahun lalu. Selama tiga tahun ini, dengan bermodalkan partisipasi penuh masyarakatnya, Pemkab Kolaka telah memperbaiki setidaknya 1.080 unit rumah tidak layak huni menjadi layak huni.
Di luar semua itu, masih ada sekitar 7.000 rumah, yang sebelumnya hanya berlantai tanah, kini telah berlantai semen. "Kita mendapatkan dukungan para pengusaha yang menyumbang lebih dari 40.000 sak semen gratis," kata Bupati Kolaka, Buhari Matta.
Program itu pun secara tidak langsung telah ikut menaikkan pendapatan per kapita masyarakat Kolaka, yang tahun ini tercatat Rp 12,9 juta. [Ant/N-6]