Penjualan mobil di Indonesia selama tiga bulan pertama 2008 tumbuh 60,53 persen menjadi 135.387 unit. Pada periode yang sama tahun lalu, penjualan mobil hanya sebanyak 84.337 unit.
Tingginya tingkat penjualan itu mengherankan sejumlah agen tunggal pemegang merek (ATPM). Persoalannya, saat ini produsen dibayang-bayangi lonjakan harga berbagai komoditas bahan baku seperti baja, plastik, dan kaca akibat kenaikan harga minyak mentah dunia.
Data Gaikindo menunjukkan Toyota masih memimpin pasar dengan perolehan penjualan sebanyak 45.058 unit atau naik 47,84 persen dari perolehan sebelumnya sebanyak 30.477 unit. Di posisi kedua, Mitsubishi dengan perolehan 19.878 unit, meningkat 80,04 persen dari periode sebelumnya 11.041 unit.
Menempel ketat di belakangnya Suzuki dengan penjualan sebanyak 18.706 unit, naik 60,25 persen dari 11.673 unit. Kemudian Daihatsu memperoleh penjualan 15.032 unit, meningkat 32,28 persen dari 11.364 unit.
Sementara Honda menduduki posisi kelima dengan penjualan 12.940 unit, meningkat 47,95 persen dari 8.746 unit. Johnny yang juga Direktur Utama PT Toyota Astra Motor (TAM) mengatakan, selain isu kenaikan harga mobil, tingkat suku bunga yang diperkirakan akan terus naik juga mendorong konsumen melakukan pembelian di muka. Jika keadaan seperti ini terus berlangsung hingga akhir tahun, target Gaikindo untuk penjualan mobil selama 2008 sebanyak 500.000 hingga 520.000 unit akan tercapai.
"Tapi ini jika tidak terjadi kenaikan harga BBM," kata Wakil Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Johnny Darmawan. Menurut Johnny, tren penjualan mobil di Indonesia, sekira 45 persen dari total penjualan satu tahun, akan tercapai pada semester I. "Jadi, saya perkirakan permintaan akan terus meningkat," katanya. [L-11]