SUARA PEMBARUAN DAILY

All New Honda Accord

Menanti Kiprah "si Bongsor" di Pasar Sempit

Awal Maret lalu, Honda Jakarta Center (HJC) memberi kesempatan sejumlah wartawan untuk menjajal All New Honda Accord yang juga diikuti 300 konsumen setia Honda di Jakarta dan sekitarnya. Di balik kemudi, SP merasakan nuansa kabin yang luas dan mewah yang menunjukkan mobil ini memiliki interior terluas di kelasnya. Tak heran jika beberapa majalah otomotif ternama pernah mendaulatnya sebagai Best Big Sedan.

Dibanding model sebelumnya, jarak sumbu roda "si Bongsor" lebih panjang 30 mm dan lantai lebih rendah 15 mm. Jadi, penumpang di bangku belakang dapat duduk dengan lebih nyaman. Sementara kursi kemudinya bisa diatur secara elektrik ke delapan arah yang dilengkapi dua "memories" untuk menyimpan pilihan posisi duduk paling nyaman bagi pengemudi.

Sedangkan bangku depan, samping pengemudi menggunakan teknologi "lumbar support" yang dirancang dengan desain "semi-bucket" yang membulat. Hal itu bertujuan untuk mengurangi rasa lelah dalam perjalanan panjang sekaligus menjaga penumpang tetap stabil di bangkunya saat mobil sedang menikung. Bangku ini juga dilengkapi fungsi pengaturan elektrik ke empat arah.

Dari sisi gaya (style), menurut Direktur Pemasaran dan Pelayanan Purnajual PT Honda Prospek Motor (HPM) Jonfis Fandy, All New Honda Accord mengesankan karakter yang lebih kuat dan bertenaga. Hal itu didukung oleh performa mesin 2.4 Liter (4 silinder segaris) dengan teknologi variable cylinder management TM (VCM) yang membuat tenaga dan torsi yang dihasilkannya bertambah besar.

SP sempat merasakan akselerasinya yang berlangsung secara cepat dan halus. Dalam waktu singkat mobil bertenaga maksimum 178 PK pada 6.200 rpm dan torsi maksimum 222 Nm pada 4.300 rpm itu bisa dipacu hingga kecepatan 140 kilometer per jam. Sayangnya SP merasa tidak cukup leluasa menjajal Performanya mengingat waktu dan jarak yang disediakan HJC sangat terbatas.

Menurut Direktur Operasional HJC, Daniel Agus, Honda Accord memberikan pengendalian akurat pada kecepatan tinggi maupun kelincahan pada kecepatan rendah. Itu terjadi berkat digunakannya teknologi Variable Gear Ration Streering (VGR) yang secara otomatis mengubah rasio persnelling berdasarkan kecepatan kendaraan.

Sementara itu, untuk melindungi penumpang, Honda Accord dilengkapi sejumlah fitur keamanan seperti Vehicle Stability Assist (VSA), lampu High Intensity Discharge (HID) dengan teknologi Auto leveling, dan struktur bodi G-CON dengan teknologi Advance Compability Engineering (ACE).

Di dalam kabin tersedia kantung udara baik di bagian depan maupun samping yang dilengkapi sensor pelacak posisi duduk penumpang. Menurut Daniel, Honda Accord juga aman bagi pejalan kaki jika terjadi tabrakan karena telah menerapkan pedestrian protection body. Sensor akan memberi sinyal kalau ada pejalan kaki pada jarak hingga 15 meter. Jaminan keamanan pun datang lembaga penguji keamanan kendaraan Eropa (NCAP) yang menyematkan lima bintang.

Tak hanya itu, Honda Accord juga terbukti ramah lingkungan, dengan lulus uji emisi berdasarkan EURO-4. Untuk mengurangi polutan, penggunaan palstik dan bahan kimia berbahaya telah dikurangi dalam proses produksi Honda Accord. Sementara itu, penggunaan material daur ulang ditingkatkan hingga lebih dari 95 persen dari seluruh komponen mobil ini.

Sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 1976, Honda Accord memperoleh lebih dari 100 penghargaan otomotif bergengsi yang diterima dari berbagai negara. Dari segi penjualan, Honda Accord telah mencatat penjualan 15,1 juta unit dengan penjualan yang tersebar di 160 negara di seluruh dunia.

"Torehan prestasi dan catatan penjualan tersebut menjadi jaminan reputasi global Honda Accord," ungkap HPM,Yukihiro Aoshima.

Di Indonesia sendiri, lanjutnya, Hondda Accord merupakan sedan yang memiliki populasi terbanyak di kelasnya. Sejak awal, "Si Bongsor" selalu menawarkan inovasi teknologi teranyar untuk memikat konsumen.

Meski sedikit agak berlebihan, Jonfis menyebut Honda Accord kini telah naik kelas dari kelas medium ke kelas premium. Itu Artinya Jonfis menganggap sedan yang dibanderol mulai Rp Rp 380 juta hingga Rp 575 juta itu siap bertarung dengan sedan-sedan premium sekelas Lexus, BMW, Mercy ataupun Audi.

Namun SP sendiri berpendapat, arena pertarungan All New Honda Accord masih tetap di segmen lama yang juga dihuni oleh Toyota Camry, Hyundai Sonata, Nissan Teana, Mazda 6, dan Peugeot 407. Dengan pangsa pasar total hanya sekitar 4.000 unit, maka pertarungan di segmen ini bakal sangat ramai. Mampukah "Si Bongsor" bertarung di celah pasar yang sempit? Kita tunggu saja kiprahnya. [L-11]


Last modified: 11/4/08