SUARA PEMBARUAN DAILY

Sajak Sindu Putra

Aku Menanam Pohon

dalam diriku

aku menanam sebatang pohon

dengan airmata, tumbuh

menjadi sebuah negeri

negeri seekor burung

maka, aku belajar

cara terindah seekor burung, mencintai sebatang pohon

cara terindah sebatang pohon, mencintai seekor burung

burung yang mengenakan setiap warna

pohon yang mencantumkan seluruh bunga

burung, pohon, yang menjaga nyala lilin tanah

maka, aku pun belajar

mencintai sebatang pohon

yang tertanam dalam diriku

tumbuh di tubuhku

gurun yang paling gersang ini

*

Jejak Burung di Kaki Langit

siapakah penyair

yang menjadi juru kunci gunung api

gunung yang menjulang dari tempat paling dalam

dan menghujam ke puncak tertinggi diriku

juru rawat kata-kata

yang menjagaku membisu

dengan mitologi negeri yang hilang

negeri yang kehilangan musim hujan

didirikannya

pada lahan terbuka yang paling luas

di tubuhku yang membentuk gurun

sebuah candi air

aku pandang reliefnya dengan mata terpejam

menyentuh air mata sedingin awan panas

dari tangisku sehening lava pijar yang mendaki

asap gelap dari guguran sayap kupu-kupu terbakar

kupu-kupu malam taman bunga bawah laut

aku genggam dengan tangan terbuka

berbaring, searah magnet bumi

aku mendengarkan tanah bergetar

menumbuhkan stalagmit dan stalaktit

aku tempuh lubang hitam jalan cerita

juru tulis jejak burung di kaki langit

menjadi penyair

menjadi juru kunci gunung api

gunung yang menjulang dari tempat paling dalam

dan menghujam ke puncak tertinggi diriku

*

Ubud: Rumah Kupu-Kupu

(:I Made Suantha)

apakah rumah bagi seekor kupu-kupu

aku ukur

telapak kakiku menyibak ilalang

keningku mencium tanah

seluas bayang badan rebah

pohon tumbuh dan memberi sekuntum bunga

sekuntum. betapa tak terjangkau

oleh seorang pemburu madu dan nektar akar

juga ke tengah pentas dan ke dalam kanvas

sedalam sawah, akarnya mencari mata air tanah

serumit itu: dari hulu ke hilir, dari hilir ke hulu

sebatang pohon tumbuh

menjadi rumah kupu-kupu

aku pilih yang paling tinggi

setinggi sayap menangkupnya

apakah rumah kupu-kupu berwarna

serupa warna pada sayap

yang bergetar dan bersuara dalam hujan

o lagu alam.apa yang bisa aku tangkap maknanya

bunyi yang bersahutan

ketuk seseorang yang tersesat di malam buta

tapi pohon-pohon di Ubud

bersinar terang tengah malam

sebuah rumah kupu-kupu yang bercahaya

mataku tak menjeratnya

kecuali api, dalam upacara pembakaran mayat

pikirku, rumah itu terbakar

seperti dirimu, kau kenangkan diriku

terkelupas warnanya

terpana terpanah

apakah tak cukup bagimu sebuah rumah kupu-kupu

*


Last modified: 4/4/08