
enyoroti dunia pendidikan Nasional, tak lepas berkaca pada pendidikan di Singapura. Negara tersebut kini termasuk yang diperhitungkan dalam perkembangan pendidikan di dunia.
Negara bekas koloni Inggris ini baru menghirup kemerdekaan pada 1965. Walau lebih muda 20 tahun dari Indonesia, negara ini menjadi salah satu alternatif tujuan pendidikan bagi pelajar di Indonesia, selain Australia dan Malaysia.
Kesadaran akan keterbatasan potensi sumber daya alam, luas wilayah maupun jumlah penduduk, mendorong Pemerintah Singapura bersungguh-sungguh menata sistem pendidikannya ibarat sebuah orkestra.
Kini pendidikan menjadi salah satu pilar yang menunjang peningkatan ekonomi negara melalui devisa para pelajar maupun tenaga kerja yang datang ke negaranya. Potret seputar dunia pendidikan di Singapura diabadikan wartawan SP, Henry Sitinjak, yang berkunjung ke sejumlah lembaga pendidikan di negara itu, beberapa waktu lalu.

Mahasiswa Sentosa Tourism Academy belajar memasak.

Untuk memotivasi mahasiswa, SIM University, salah satu perguruan swasta di Singapura, mempunyai moto yang digambarkan dalam boneka manusia di dalam tong sampah. Moto tersebut bertujuan mengingatkan agar mahasiswa selalu belajar mengikuti perkembangan Zaman.

Anak-anak dari berbagai negara sedang asyik menonton bersama cerita kartun anak-anak di salah satu lembaga kursus persiapan sekolah di Singapura. Salah satu metode pendidikan di tempat tersebut yang melatih anak-anak tersebut membuat sinopsis atau cerita tentang apa yang ditontonnya ke dalam bahasa Inggris.

Pelajar di Lorna Whiston EAL School berinteraski dengan staf pengajar. Lembaga ini adalah salah satu lembaga kursus bahasa Inggris persiapan sekolah untuk pelajar asing di Singapura. Bahasa pengantar di dunia pendidikan Singapura mengunakan bahasa Inggris mengikuti standar pendidikan internasional di samping mengajarkan bahasa ibu seperti bahasa Mandarin, Tamil, dan Melayu.

Para mahasiswa mengisi waktu luang dengan bermain biliar yang menjadi salah satu fasilitas kampus.

Perpustakaan di National Library, dengan 16 lantai memiliki ribuan koleksi buku termasuk media massa terbitan berbagai negara. tanpa memungut biaya. Umumnya, kampus-kampus perguruan tinggi internasional di sana juga dilengkapi perpustakaan yang juga lengkap serta toko buku dengan harga murah.