SUARA PEMBARUAN DAILY

Tinju STE

Maluku Ancam Tarik Diri

[TABANAN] Tim tinju Provinsi Maluku mengancam tidak akan tampil pada pertandingan final Kejuaraan Tinju Sarung Tinju Emas (STE) ke-27 di Tabanan, Bali, Minggu (6/4) menyusul keputusan kekalahan diskualifikasi yang dialami petinjunya, Alberto Alfons pada babak semifinal Jumat (4/4) malam.

Alfons dinyatakan kalah diskualifikasi karena menolak melanjutkan pertandingan melawan petinju tuan rumah Bali, Julio Beria di kelas terbang (51 kg). Hal ini berawal dari kejatuhan Alfons di ronde terserempet pukulan Beria di ronde kedua. Pukulan tersebut sebetulnya tidak telak dan Alfons setengah terpeleset.

Mendapat hitungan wasit Alfons merasa dirugikan. Dia langsung meninggalkan ring menghampiri ofisial tim Maluku di tribun penonton. Karena meninggalkan ring sementara pertandingan belum usai, wasit yang memimpin pertandingan, Arifni (Sumbar), menyatakan dia kalah diskualifikasi.

Ofisial tim Maluku langsung memprotes keputusan dengan melemparkan sarung tinju ke atas ring dari tribun penonton saat wasit mengumumkan pemenang pertandingan tersebut. "Kami tidak akan tampil di final. Tim kami akan segera kembali ke Maluku," tutur Sekretaris Pengurus Daerah Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertaina) Maluku, Broery Neloleta berapi-api.

Alfons sendiri menolak berkomentar panjang lebar. "Wasit tidak fair," katanya.

Tindakan Alfons tersebut agak membingungkan penonton, karena saat meninggalkan ring sebetulnya dia unggul dalam perolehan angka 14-11. Demikian pula para wasit maupun wasit hakim. Mereka umumnya keheranan melihat protes Alfons.

Bahkan sebelum pertandingan dimulai, sejumlah hakim yang bertugas diganti untuk menjaga netralitas. "Hakim yang diganti dua orang yang dikhawatirkan dapat bertindak tidak objektif. Jadi tidak benar kalau wasit dikatakan tidak fair. Justru kami keheranan mengapa dia protes padahal sementara dia memimpin dalam perolehan angka?" Ketua Teknis Pertandingan Pulo Pardede. [A-11]


Last modified: 5/4/08