SUARA PEMBARUAN DAILY

Kelompok Tani Olah Kotoran Sapi Jadi Listrik

[PANGKALPINANG] Kelompok Tani Bina Bersama di Desa Perlang, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung mengolah kotoran ternak sapi menjadi biogas. Sisa pembuatan biogas dijadikan pupuk. Proses pengolahan ini berawal dari minat baca Syahruddin, ketua kelompok tani yang memiliki 20 anggota.

Syahruddin, baru-baru ini di Pangkalpinang, menjelaskan, dalam buku panduan beternak sapi yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Peternakan, Departemen Pertanian diuraikan tata cara mengolah kotoran sapi menjadi biogas dan merekomendasikan Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai lembaga yang bisa membantu petani atau peternak yang ingin mengolah kotoran ternak menjadi biogas.

Dia lalu menghubungi Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tengah untuk mengetahui prosedur mendapatkan bantuan dan bimbingan mengolah kotoran ternak menjadi biogas dan arus listrik.

"Proposal kami disetujui dan pada 26 Desember 2005 adalah hari pertama proses pembuatan sarana pendukung untuk mengolah kotoran sapi menjadi biogas," katanya.

Proposal

Departemen Pertanian bersama Pemerintah Provinsi Bangka Belitung menyetujui proposal mereka setelah meneliti dan melihat potensi ternak. "Kami memiliki 42 ekor sapi dan tim IPB mengatakan bisa. Kemudian turun bantuan Rp 275 juta," katanya.

Dana itulah yang digunakan Kelompok Tani Bina Bersama untuk membuat satu lobang sedalam tiga meter dengan panjang dan lebar empat meter yang ditempatkan sejajar dengan permukaan tanah.

Bagian atasnya tidak langsung ditutup, tapi dibuat ruangan kosong setengah lingkaran dengan tinggi dua meter atau disebut ruangan hampa udara. Lubang ini dinamai septic tank (tanki kotoran).

Cara kerjanya, mudah. Kotoran sapi yang diambil dari kandang dikumpulkan di bak penampung yang terletak di samping septic tank. Setelah dicampur air, kotoran ini dialirkan ke dalam septic tank sampai penuh atau rata dengan permukaan tanah.

Untuk membuktikan bahwa septic tank ini telah sampai pada batas permukaan tanah, pada bagian belakang dari bak penampung dibuat lagi satu bak sebagai bak kontrol. Dari lubang yang ada di bak kontrol ini akan keluar air bila septic tank telah penuh, katanya. [055]


Last modified: 5/4/08