[MEDAN] Pupuk bersubsidi mulai sulit ditemukan masyarakat petani di sebagian kawasan di Simalungun, Siantar, Tanah Karo, dan Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut). Daerah lain diduga mengalami kelangkaan sama, kelangkaan sering terjadi di saat petani sudah melaksanakan proses tanaman seperti padi, dua sampai tiga pekan sebelumnya.
"Setelah tiga pekan proses tanaman padi, kita petani sering memberikan pupuk ke tanaman agar menghasilkan padi lebih baik, sesuai yang diharapkan. Bila tidak dirangsang, tak akan menghasilkan. Hasil panen pun tidak sesuai yang kita inginkan," ujar Baringin Simarmata (50), petani asal Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (5/4) pagi.
Menurutnya, harga pupuk di kampung halamannya tidak terjangkau akibat kelangkaan tersebut.
Kalaupun ada, harga pupuk jenis urea lebih dari Rp 120.000 untuk satu karung ukuran 50 Kilogram (kg). Sementara harga standar di tingkat eceran sekitar Rp 90.000.
Baringin mengungkapkan hal tersebut saat akan membeli pupuk di Pasar Sambu Medan. Dia datang membeli pupuk karena pupuk urea subsidi pemerintah yang seharusnya disalurkan kepada petani di Simalungun, sangat sulit mereka dapatkan. Kelangkaan ini sudah berjalan selama sepekan belakangan.
"Tidak hanya pupuk urea, pupuk ZA, SP36 dan NPK Ponska juga sudah lama mengalami kelangkaan. Kami tak tahu penyebab dari kelangkaan ini," katanya. [AHS/M-11]