SUARA PEMBARUAN DAILY

Berulang Tahun dengan Masyarakat Pinggiran

[KUPANG] Wajah mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Wiranto tampak sumringah, ketika didampingi istrinya dikerubungi warga RT 07/ RW 03 Kelurahan Naioni, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menerima sebuah kotak. Ketika dibuka, ternyata kotak itu berisi sebuah kue tart dilapisi parutan cokelat tebal dengan tulisan Happy Birthday Bapak Wiranto.

Wiranto langsung mengambil dua buah lilin berbentuk angka 6 dan 1 yang terletak di atas kue dan langsung ditancapkan sendiri. Sementara istrinya, Uga Wiranto, sibuk meminta korek api dari warga yang mengelilinginya dan langsung menyalakan lilin. Warga yang ada serentak menyanyikan lagu Panjang Umurnya diiringi tepuk tangan meriah.

"Sudah lama saya mendengar, bahwa masyarakat Naioni hidup susah. Tapi, kalau hanya mendengar dan tidak datang melihat langsung, tentunya saya tidak tahu bagaimana kesusahan yang dialami warga di sini. Itulah sebabnya, saya ingin merayakan ulang tahun saya kali ini bersama warga Naioni. Biar saya bisa berbagai kebahagiaan," katanya sambil memotong daun pisang sebagai alas kue tart yang akan dibagikan.

"Seumur hidup saya, baru merasakan bagaimana rasanya kue tart beralas daun pisang. Ayo, kita makan bersama kue tart beralas daun pisang ini. Ayo dimakan kuenya," ajak Ketua Umum Partai Hati Nurani (Hanura) ini kepada anak-anak kecil bertelanjang dada yang mengelilinginya.

Sejumlah ibu-ibu yang berusia lanjut, tampak gembira ketika menerima potongan kue dari tangan Uga Wiranto. Bapak-bapak juga tidak ketinggalan berusaha meminta bagian. "Fe man kau fe (Beri saya dulu, Red)," kata beberapa warga yang belum mendapatkan potongan kue ulang tahun itu dalam bahasa Dawan yang umumnya digunakan warga setempat.

Mengejutkan

Kehadiran Wiranto bersama istrinya, sempat mengejutkan warga setempat. Beberapa orangtua yang melihat tiga buah mobil kijang berhenti di kampung kecil itu, langsung berlarian mendekat.

Ketika diberitahu bahwa yang datang itu adalah mantan Panglima TNI, spontan mereka melantunkan Natoni, sapaan penyambutan secara adat Timor.

Ketua RT 07/ RW 03 Kelurahan Naioni, Timotius Tabe mengatakan, ia tidak percaya ketika sehari sebelumnya diberitahu bahwa mantan Panglima TNI itu akan berkunjung ke wilayahnya.

"Mana mungkin orang besar mau datang ke tempat kami. Apalagi mau merayakan ulang tahun bersama kami," tuturnya.

Timotius sempat menyerahkan sebuah bendera merah putih yang sudah lusuh dan diikat pada sepotong kayu kepada Wiranto.

"Kami di sini hidup susah, meski wilayah kami masuk dalam wilayah Kota Kupang. Apalagi, makin hari makin susah. Itulah sebabnya, kehadiran Bapak dan Ibu di tengah kami, sangat membahagiakan kami. Kami hanya bisa memberikan ini kepada bapak," katanya singkat.

Wiranto mengatakan, saat ini mulai luntur rasa nasionalisme di kalangan masyarakat yang tinggal di kota.

Tetapi yang membanggakan, di pedesaan yang warganya hidup sederhana, bahkan di bawah garis kemiskinan, tetapi kesetiaan mereka terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) begitu nyata.

Di depan warga, Wiranto berjanji membaktikan sisa hidupnya dengan mengajak berbagai kalangan untuk memerangi kemiskinan. [120]


Last modified: 5/4/08