SUARA PEMBARUAN DAILY

Jangan sampai Kena "Sick Building Syndrome"

Masyarakat yang tinggal di dalam apartemen, perkantoran dan di bawah jalur tegangan listrik tinggi akan menghadapi penyakit sick building syndrome seperti nyeri kepala yang terus menerus, vertigo, mudah emosi dan depresi. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya ion positif di lingkungan hidup kita yang mengakibatkan gangguan pada sistem listrik organ tubuh antara lain otak, sistem syaraf serta jantung.

Radiasi dan gangguan ini tentunya semakin meningkatkan efek radiasi pada mahluk hidup, menyebabkan peningkatan radikal bebas tubuh, sehingga terjadi penuaan dini, kanker, stroke, parkinson, kepikunan, jantung, penyakit kulit dan paru. Padahal, sesungguhnya tubuh manusia pun menghasilkan listrik yang tersimpan pada sel-sel saraf.

Ahli neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Hardhi Pranata, di sela-sela acara edukasi kesehatan yang dilakukan oleh Pera-Pera di Jakarta, Rabu (2/4) menuturkan, penelitian membuktikan sejumlah besar ion-ion positif (kaiton) dan ion negatif seperti anion dan elektron juga ada medan listriknya, ini sangat berhubungan dengan kondisi mahluk hidup.

Dikatakan, beberapa penyakit seperti rematik, arthritis dan lainnya bisa kambuh lagi, karena sejalan dengan perkembangan dan kemajuan teknologi yang pesat. Hidup di perkotaan yang tidak dapat dijauhkan dari gedung tinggi, polusi udara, kebisingan yang bertambah mengakibatkan tubuh menjadi tidak stabil dan energi vital menurun.

Sementara itu, Bambang Tri Waluyo menjelaskan alat terapi kesehatan yang dapat menyeimbangkan gelombang listrik pada tubuh manusia bernama Cure sonic. Alat terapi potensial listrik ini menggunakan frekuensi tinggi yang diperkuat dengan teknologi serat tourmaline dan teknologi lon wave yang menghasilkan sinar infra merah gelombang jauh.

Dijelaskan, melalui teknologi alat tersebut tubuh manusia akan memiliki kemampuan untuk senantiasa menjaga keseimbangan sistem sirkulasi darahnya. Demikian juga dalam menjaga keasaman darahnya untuk tetap berada dalam keadaan optimal, sehingga seluruh enzim hormon dan aktivitas seluruh sistem sel dan organ dalam tubuh dapat berfungsi dengan baik.

Pakar lainnya, Hendrawati Utomo, mengatakan, gedung perkantoran yang berpendingin sentral menyimpan risiko sick building syndrome. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan sick building syndrome adalah sebagai berikut:

Pertama, faktor kimia seperti pengaruh oleh polusi dalam ruangan, sistem ventilasi dan Sanitasi seperti pembuangan CO2, Co, ozon, asap rokok, ammonia dan sebagainya. Kedua, faktor fisik. Gerakan yang salah/sikap tubuh saat melakukan pekerjaan dan terjadi terus menerus dalam jangka waktu lama, tempat kerja serta peralatan kantor yang tidak tepat (penerangan, warna, ukuran tempat duduk/meja), penggunaan AC sentral dan terlalu dinginnya udara dari AC, penggunaan komputer dalam waktu lama bisa mempengaruhi.

Faktor lainnya adalah psikososial yang berkaitan dengan kondisi kejiwaan (stres, hubungan antara rekan kerja dan kesiapan bekerja), beban atau porsi pekerjaan. [E-5]


Last modified: 5/4/08