[JAKARTA] Pemerintah dan kepolisian diminta konsisten dalam menerapkan aturan-aturan keselamatan di jalan raya, khususnya bagi pengendara sepeda motor. Hal itu penting untuk menekan angka kecelakaan. Termasuk menegakkan aturan yang sejauh ini belum memiliki dasar hukum yang kuat namun penting demi keselamatan. Seperti kewajiban menyalakan lampu di siang hari dan penggunaan helm standar.
"Atas nama keselamatan, hal itu tetap harus ditegakkan," ujar Ketua Masyarakat Sepeda Motor Indonesia (Indonesia Motorcycle Society/IMcS) Dedi Supriatna dalam paparan keselamatan pengendara sepeda motor di Kantor Departemen Perhubungan, Jakarta, Jumat (4/3).
Dijelaskan, saat ini tingkat kecelakaan sepeda motor menempati urutan tertinggi di Indonesia. Setiap hari, di Tanah Air, sekitar 80 orang tewas akibat kecelakaan, dari jumlah itu, 60 persennya adalah kecelakaan sepeda motor. Karena itu, tambah Dedi, pihaknya mendukung upaya pemerintah dalam hal ini Departemen Perhubungan mengeluarkan kebijakan terkait keselamatan jalan raya guna menekan angka kecelakaan yakni road map to zero accident.
Menurut dia, seiring tingginya populasi kendaraan roda dua, pemerintah tidak bisa lagi setengah-setengah memberi jaminan terhadap keselamatan para pengendara di jalan raya.
Sementara itu, Kemitraan Global untuk Keselamatan Jalan (Global Road Safety Partnership/GRSP) Indonesia akan menggelar pekan keselamatan jalan pada 20 April 2008. Program yang akan berlangsung selama sepekan itu bertujuan meningkatkan kesadaran dan menggalang partisipasi semua pihak guna mencegah kecelakaan di jalan raya.
Berdasarkan perhitungan Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2004 saja, jumlah korban tewas di jalan raya mencapai 30.000 orang per tahun. "Karena itu kesadaran semua pihak perlu dibangkitkan untuk mengatasi masalah ini," ujar Ketua GRSP Indonesia Giri Suseno Hadihardjono.
Dijelaskan, jika minimal 10.000 orang saja dari korban itu adalah kepala keluarga, maka dalam setahun, sebanyak 10 keluarga menjadi orang miskin baru. Sebab, pada umumnya pengendara sepeda motor masih berusia produktif atau pun kepala keluarga. Padahal pemerintah sedang giat-giatnya memberantas kemiskinan, tetapi pada sisi lain jumlah orang miskin baru terus terjadi melalui kecelakaan di jalan raya. [Y-4]