[JAKARTA] Warga mendukung sikap Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo yang berencana akan mencopot Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub), Nurrachman jika proyek busway koridor VIII-X tidak selesai September nanti. Warga menyatakan Nurrachman tidak bisa dipertahankan lagi karena sejumlah kegagalan yang dilakukannya selama ini.
"Dia (Nurrachman, Red) sudah tidak layak dipertahankan. Akhir Februari, pada uji coba contra flow, dia gagal. Kemudian ada kejadian busway terbakar pertengahan Februari lalu. Kalau proyek koridor VIII-X juga gagal maka dia harus diganti," kata John P (30), karyawan pada sebuah perusahaan swasta di Jakarta saat ditemui SP di kawasan Halim Perdana Kusuma, Sabtu (5/4).
Pernyataan yang sama disampaikan Yus (40), warga Kwini, Senen, Jakarta Pusat. "Saya dukung Kadishub dicopot. Selama ini, pelayanan busway sangat kacau. Jadwal bus tidak tepat waktu, jumlah bus terbatas yang menimbulkan antre panjang, halte dan jalur bus rusak, penumpang berdesakan dalam bus, dan sebagainya. Kalau seperti itu maka ia memang layak dicopot," tegasnya.
Jumat (4/4), usai menghadap Fauzi Bowo, Nurrachman menegaskan koridor VIII-X akan beroperasi pada September nanti. Ia yakin hal itu dapat dilakukan meski saat ini, pembangunan infrastrukturnya belum selesai. "September nanti sudah bisa dioperasikan dengan sistem ticketing manual," katanya.
Pernyataan Kadishub ini berbeda dengan yang disampaikan Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Busway, Drajad Adhyaksa awal Maret lalu. Drajad yang sehari-hari mengurusi busway dan merupakan anak buah Nurrachman menegaskan koridor VIII-X baru bisa beroperasi awal 2009 nanti.
Hal itu terjadi dengan perhitungan proyek pembangunan infrastruktur seperti jalur dan halte selesai Juni nanti. Setelah itu dilakukan tender selama tiga bulan. Lalu diteruskan penyediaan armada (bus) selama lima-enam bulan oleh pemenang tender. Dengan kondisi itu maka pengoperasian koridor VIII-X tidak bisa dilakukan pada 2008 ini.
Foke, panggilan akrab Fauzi Bowo menunggu janji Kadishub tersebut. "Kita ramai-ramai turunkan Kadishub jika pada September nanti belum selesai, bukan gubernurnya yang diturunkan tetapi Kadishubnya," kata Foke.
Ia menyatakan itu karena kecewa dengan sistem kerja Kadishub. Menurutnya, pengoperasian koridor VIII-X tidak bisa diperlambat karena akan menyulitkan warga Jakarta. [RBW/L-8]