SUARA PEMBARUAN DAILY

Korban Militer Perjuangkan Nasibnya

AFP/ JUAN MABROMATA

Maria Eugenia Sampallo Barragan (kiri) keluar dari ruang persidangan di Buenos Aires, Argentina, Jumat (4/4). Ia adalah putri dari pasangan aktivis yang diculik militer pada 1976 dan tidak diketahui nasibnya hingga saat ini.

[BUENOS AIRES] Pasangan yang mengadopsi anak yang orangtuanya diculik dan dibunuh oleh rezim militer 30 tahun, dijatuhi hukuman delapan dan tujuh tahun penjara.

Pengadilan Argentina, Jumat (4/4), memutuskan suami istri Osvaldo Rivas dan Maria Cristina Gomez terbukti telah memalsukan dokumen dan identitas anaknya, Maria Eugenia Sampallo, yang diadopsi 30 tahun lalu.

Sampallo terbukti bukan anak pasangan Rivas dan Gomez, melainkan putri tahanan-tahanan politik Mirta Mabel Barragan dan Leonardo Ruben Sampallo yang diculik dan meninggal di tangan militer. Orangtuanya termasuk di antara 30.000 orang yang tewas dan hilang di era kekuasaan diktator militer 1976-1983. Para aktivis kiri dan pembangkang ditangkap. Mayat bapak dan ibunya tak pernah ditemukan. Sampallo mengetahui jati diri yang sesungguhnya dari hasil tes DNA tahun 2001.

Pengadilan juga menjatuhi hukuman 10 tahun penjara kepada mantan tentara berpangkat kapten Enrique Berthier yang menyerahkan bayi Sampallo kepada pasangan Rivas dan Gomez.

Ini untuk pertama kalinya anak dari orangtua yang hilang selama "perang kotor" di Argentina, mengajukan orangtua yang mengadopsinya ke pengadilan. Lembaga-lembaga hak asasi memperkirakan ada 200 bayi yang diadopsi, kebanyakan ke keluarga militer dan politisi.

Sejumlah aktivis dari kelompok Nenek Plaza de Mayo telah mengidentifikasi 88 anak dari orangtua yang hilang, melalui tes DNA. Sampallo (30) mengajukan kasus ini ke pengadilan setelah mengetahui jelas identitas dirinya.

Mantan Presiden Nestor Kirchner dan presiden sekarang Cristina Fernandez memprioritaskan penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM pada era "perang kotor."

Ibu kandung Sampallo sedang mengandung enam bulan ketika diculik bersama ayahnya pada 6 Desember 1977. Sampallo lahir pada Februari 1978, ketika ibunya berada di sebuah lokasi penyiksaan.

Pada Senin lalu, Sampallo mengadakan jumpa pers sambil memegang foto orangtua angkatnya dan menjelaskan bahwa mereka bukan orangtua kandungnya. "Mereka penculik," tukasnya.

Lalu ia menjunjung foto orangtua kandungnya, keduanya aktivis yang tidak diketahui nasibnya hingga saat ini. Sambil berkata, "Inilah orangtua saya." [AP/Y-2]


Last modified: 5/4/08