SUARA PEMBARUAN DAILY

Kekerasan Pecah Lagi di Tibet

8 Tewas termasuk Tiga Perempuan dan Seorang Biksu

AP/Ng Han Guan

Seorang biksu melewati penjagaan pasukan Tiongkok di Hezuo, Provinsi Gansu, Jumat (4/4). Beijing mengirim ribuan tentara dan polisi ke Tibet dan daerah sekitarnya untuk meredam demonstrasi dan memburu para pengunjuk rasa Tibet.

[BEIJING] Kekerasan pecah lagi di wilayah Tibet, sebelah barat Tiongkok yang menewaskan delapan orang. Kantor berita Xinhua melaporkan seorang pejabat mengalami luka-luka serius.

Organisasi Free Tibet Campaign yang bermarkas di London menyatakan polisi pada, Jumat (4/4), menembaki ratusan biksu Buddha dan pengunjuk rasa yang berbaring di depan kantor-kantor pemerintah setempat sebagai bentuk protes atas penangkapan dua biksu. Kedua biksu ditahan karena ketahuan menyimpan foto-foto Dalai Lama di dalam kamar biara.

Juru bicara organisasi tersebut, Matt Whitticase, mengungkapkan insiden itu dimulai dari sebuah biara Buddha di Garze, ketika pemerintah memaksakan pelajaran baru berupa pendidikan patriotisme bagi para biksu. Dalam pelajaran ini, para biksu diminta mengutuk Dalai Lama, pemimpin spiritual Tibet yang tinggal di pengasingan. Ia berada di India setelah pemberontakan terhadap kekuasaan Tiongkok pada 1959, gagal.

Kepala biksu menolak tim pejabat pemerintah yang disiapkan untuk memperkenalkan pendidikan patriotisme itu memasuki biara pada Rabu (2/4). Merasa ditolak, mereka kembali lagi dengan 3.000 personel paramiliter. Pasukan lantas menggeledah biara dan menemukan foto-foto Dalai Lama yang disimpan oleh dua biksu. Kedua biksu itu pun dibawa oleh aparat.

Rekan-rekan mereka memprotes. Sebanyak 370 biksu dan 400 orang berbaring menentang penangkapan dan menuntut pembebasan mereka. Pejabat pun menjamin keduanya akan dibebaskan tetapi janji itu tak kunjung dipenuhi sehingga massa pengunjuk rasa datang lagi. Saat itulah, aparat menembaki massa.

Di antara yang tewas terdapat tiga perempuan dan seorang biksu. Free Tibet Campaign memperoleh informasi-informasi ini dari seorang biksu Tibet di India yang memperoleh perkembangan situasi dari sejumlah narasumber yang tak disebut namanya di Garze.

Kendati memberitakan tentang kerusuhan itu, Xinhua tidak menyebutkan jumlah yang tewas atau luka-luka. Hanya melaporkan seorang pejabat luka-luka serius dan polisi terpaksa melepaskan tembakan guna meredam kerusuhan. Peristiwa itu tepatnya berlangsung di Garze, Prefektur Otonomi Tibet, Provinsi Sichuan yang bergunung-gunung.

Berita Xinhua mengindikasikan kerusuhan terus berlangsung di wilayah-wilayah Tibet kendati pemerintah pusat di Beijing telah mengerahkan ribuan aparat keamanan. Kerusuhan pertama pecah bulan lalu di Lhasa dan beberapa provinsi sekitarnya. [AP/MRS/Y-2]


Last modified: 5/4/08