PT Bank Mandiri Tbk mengucurkan kredit sebesar Rp 50 miliar kepada sekitar 5.400 petani ubi kayu di Lampung, pada tahun ini. Kredit yang diberikan merupakan bagian dari program Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E) yang diluncurkan pemerintah sejak tahun 2007.
Pada tahap pertama, Bank Mandiri akan menyalurkan kredit senilai Rp 11 milyar. Prosesnya telah diawali dengan penandatanganan perjanjian kredit antara Bank Mandiri dengan 27 kelompok tani binaan PT Budi Acid Jaya Tbk, Jumat (4/4). Sekitar 1200 petani dengan lahan seluas 2.674 Ha akan mendapat fasilitas kredit.
Selaku perusahaan inti dan sesuai Surat Kerjasama yang ditandatangani antara kelompok tani, PT Budi Acid Jaya Tbk akan menjamin pembelian hasil panen ubi kayu petani dan akan membantu kelancaran pengembalian KKP-E ubi kayu kepada bank.
"Selain digunakan untuk meningkatkan budi daya tanaman ubi kayu, pemberian kredit tersebut akan menggerakkan perekonomian rakyat di sekitarnya secara signifikan. Kredit seperti ini sudah lama dibutuhkan oleh para petani di Lampung karena manfaat yang dapat diperoleh dari ubi kayu bukan saja ekonomis tapi juga strategis," kata Direktur Mikro dan Retail Banking Bank Mandiri, Budi G Sadikin. [J-9]
ASEAN Customs Broker Union yang dicetuskan Asosiasi Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan Indonesia (Asakindo) di sela-sela Simposium Jasa Kepabeanan yang berlangsung di Jepang, Maret lalu, direspons positif oleh Malyasia, Thailand dan Vietnam yang hadir pada acara tersebut.
Menurut Sekjen Asakindo Budiono kepada SP di Jakarta, Kamis (3/4), tiga negara anggota ASEAN itu merespons positif Asakindo mewakili delegasi Indonesia karena ke depan arus lalu lintas barang diharapkan semakin cepat dalam pengurusan kepabeanannya tanpa mengabaikan sisi keamanannya. "Kami sedang merancang kesepakatan kerja bersamanya yang kelak dikirim ke masing-masing negara untuk penyempurnaannya," ujar Budiono.
Hal yang didiskusikan secara serius dalam simposium itu, jelas Budiono, adalah implementasi Authorized Economic Operator (AEO), yang dirancang World Customs Organization (WCO) setelah tragedi World Trade Centre (WTC). AEO merupakan standarisasi terhadap kegiatan transportasi mata rantai suplai internasional di mana para pelakunya, meliputi pabrikan, importir, eksportir, broker, pengangkut, terminal operator, pergudangan diakui secara tersertifikasi.. [W-5]
![]()
Istimewa
Direktur Utama PT PLN (Persero) Fahmi Mochtar sedang memberikan penjelasan kepada Asisten Bidang Hukum Provinsi Maluku, Yusuf Latuconsina mengenai pengoperasian PLTD Poka yang berbahan bakar MFO usai peresmian MFO-nisasi PLTD Poka, PLTD Hative Kecil dan PLTD Kayu Merah di PLTD Poka, Ambon, Jumat (4/4).