[JAKARTA]Perum.Perumnas dan PT.Bakrieland belum berkeinginan untuk meminta penyesuaian harga rumah susun sederhana milik (Rusunami) yang telah ditetapkan pemerintah. Kongsi keduanya tetap akan menggarap Rusunami di Sentra Timur Jakarta , sesuai jadwal dan skim yang berlaku selama ini. Mereka bahkan, mulai Sabtu (5/4) akan memulai penjualan 2.500 unit Rusunami.
PLH.Dirut.Perum Perumnas, Kamal Kusmantoro mengatakan, pihaknya lebih mengutamakan perannya sebagai perusahaan milik Negara yang mengamankan program pembangunan Rusunawa dan Rusunami yang telah dicanangkan pemerintah.
''Sampai saat ini kami belum berniat mengajukan permohonan penyesuaian harga meskipun harga-harga material bangunan sudah begerak naik. Kami beum berbuat apa-apa, dan baru saja akan memulainya. Jadi, belum terpikir meminta penyesuaian harga,'' ujarnya di Jakarta, Jumat (4/4).
Sementara itu, Direktur PT.Bakrieland Development, Hiramsyah S Thaib mengatakan, sebagai perusahaan terbuka pihaknya pasti berharap keuntungan dari proyek kerja samanya dengan Perum Perumnas. Tetapi, keuntungan itu tidak menjadi pertimbangan pokok dalam menggarap proyek Rusunami.
"Proyek ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsible (CSR) Gorup Bakrie. Kita punya divisi yang namanya Bakrie Untuk Negeri,'' ujarnya.
Dikemukakan, profit margin yang didapat dari proyek itu jauh lebih kecil dari proyek-proyek yang pernah dikerjakannya. Bahkan semakin megecil akibat naiknya komponen material bangunan. Tentu saja, keuntungannya tak sebanding dengan proyek-proyek lain yang pernah dikerjakan Group Bakrie. 'Di sini kami cuma investasi Rp 280 miliar. Jumlah itu tidak ada artinya dibanding investasi-investasi lainnya yang mencapai triliunan rupiah,'' ujarnya.
Lebih lanjut, Hiramsyah mengemukakan, Group Bakrie sebelumnya sudah berniat untuk kembali berkecimpung dalam pembangunan perumahan kelas menengah ke bawah. [L-7]