SUARA PEMBARUAN DAILY

Pengembangan Karimun Terhambat Lahan Tidur

[KARIMUN] Pengembangan pembangunan dan investasi di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), terhambat oleh lahan milik perusahaan swasta yang tidak dimanfaatklan alias lahan tidur.

Bupati Karimun Nurdin Basirun, Kamis (3/4), mengungkapkan sekurangnya terdapat 2.000 hektare lahan tidur di wilayahnya. "Lahan milik PT KIC itu tidak dimanfaatkan sehingga kami (pemerintah daerah, Red) kesulitan untuk menawarkan kepada investor yang tengah mencari tempat usaha di Karimun. Kondisi ini juga menjadi pertanyaan warga yang ingin memanfaatkan lahan tidur itu. Dari jumlah lahan tersebut hanya 200 hektare yang bersertifikat.," ujar Nurdin di acara peresmian pembanguna proyek PT Saipem Indonesia di Desa Pangke, Karimun.

Begitu luasnya lahan yang tak dimanfaatkan ini menjadi sebuah ironi karena Karimun yang termasuk dalam kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone) tengah giat menjaring investor.

Nurdin berharap tanah yang terbengkalai itu segera dimanfaatkan oleh pemiliknya. Bila si pemilik tak mampu, sebaiknya lahan dikembalikan kepada pemerintah daerah setempat. "Jangan sampai muncul istilah rombongan calo tanah Indonesia," ungkap nurdin.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Kepri Ismeth Abdullah pada acara yang sama, menegaskan bahwa jajaran Pemerintah Kepri akan mengambil langkah guna memecehkan masalah.

Ismeth menambahkan, pihaknya berencana memanggil manajemen PT KIC guna menyelesaikan masalah itu. "Karena mereka sudah diberi kesempatan sepuluh tahunan," ujar Ismeth.

Selain akan memanggil pihak manajeman PT KIC, Ismeth sudah berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) pusat maupun BPN daerah.

Persoalan lahan tidur itu mengemuka pada acara peresmian pembangunan proyek PT Saipem Indonesia. PT Saipem, perusahaan konstruksi pertambangan yang berdiri sejak 1950-an ini, akan menanamkan modalnya senilai Rp 2,5 triliun untuk jangka waktu sekitar 70 tahun. Proyek ini diharapkan membantu mengatasi pengangguran sebab dapat menampung sekitar 5.000 tenaga kerja.

Kehadiran PT Saipem di Karimun merupakan awal yang bagus guna pengembangan investasi di Provinsi Kepri. Perusahaan yang listing di Milan Stock Exchange pada 1984 ini cukup terkenal dan disegani di bisnis galangan kapal dan anjungan lepas pantai. [A-15]


Last modified: 5/4/08