![]()
Didit Majalolo
Warga melintas didepan papan IHSG di Gedung Bursa Efek Jakarta, Jumat (4/4). Anjloknya harga saham membuat para investor menahan modalnya sampai kondisi stabil. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 39,110 poin (1,75 persen) di level 2.277,08, pada perdagangan Jumat (4/4).
[JAKARTA] Setelah terus tertekan selama empat hari perdagangan di pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup menguat 39,110 poin (1,75 persen) di level 2.277,08, pada perdagangan Jumat (4/4).
Penguatan IHSG, terutama ditopang aksi beli saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang merupakan perusahaan tercatat yang memiliki kapitalisasi terbesar kedua setelah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).
Sejak perdagangan di lantai Bursa Efek Jakarta dibuka, investor mulai melancarkan aksi beli, sehingga volume perdagangan tercatat sebesar 2,388 miliar saham dengan niliai Rp 4,580 triliun. Sebanyak 115 saham menguat, 55 saham melemah dan 60 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat dan berada di jajaran top gainer, antara lain PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp 1.100 ke Rp19.000, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik Rp 525 ke Rp 5.425, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp 450 ke Rp 21.200, PT Timah Tbk (TINS) naik Rp 400 ke Rp 27.500.
Sedangkan saham-saham yang melemah dan berada di jajaran top losser, antara lain PT Astra International Tbk turun Rp 300 ke Rp 19.500, PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp 200 ke Rp 10.700, dan PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) turun Rp 100 ke Rp 6.600.
Sementara itu, nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat, juga ditutup menguat 30 poin dari Rp 9.230 menjadi Rp 9.200 per dolar Amerika Serikat (AS). Hal itu, antara lain ditopang sentimen positif dari dalam negeri, seiring rencana buy back Surat utang negara (SUN) oleh pemerintah. Selain itu, meningkatnya cadangan devisa yang mencapai US$ 59 miliar, membuat Bank Indonesia memiliki ruang yang cukup luas untuk mengamankan nilai tukar. [J-9]