SUARA PEMBARUAN DAILY

Harga Minyak Tinggi, Ekspor Turun

[JAKARTA] Ekspor nonmigas Februari 2008 menurun 8,10 persen dibanding ekspor Januari 2008. Tingginya harga minyak dunia, mencapai US$ 95 - 110 per barel, dua bulan belakangan ini disinyalir sebagai penyebab menurunnya angka ekspor Indonesia.

Demikian dikatakan, Kepala Badan Pengembangan Ekspor Nasional Departemen Perdagangan Bachrul Choiri ketika dihubungi SP melalui telepon genggamnya, Sabtu (5/4) pagi.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia secara keseluruhan Januari - Februari 2008 mencapai US$ 21,62 miliar, meningkat 30,88 persen dibanding periode yang sama tahun 2007 lalu. Sementara, ekspor nonmigas meningkat 25,82 persen atau mencapai US$ 17,02 miliar.

Dari data tersebut, nilai ekspor Indonesia Februari 2008 mencapai US$ 10,53 miliar, meningkat 28,53 persen dibanding Februari 2007. Tetapi, mengalami penurunan sebesar 4,98 persen jika dibandingkan dengan Januari 2008.

"Memang pandangan secara awam, ekspor nonmigas kita meningkat, tetapi jika dibandingkan dengan ekspor bulan lalu, sebenarnya ekspor nonmigas kita turun. Hal ini dikarenakan harga minyak dunia yang melambung," ujar Bachrul.

Dibanding Januari 2008, ekspor nonmigas Februari 2008 menurun sebesar 8,10 persen. Penurunan ekspor nonmigas Februari 2008, menurut Direktur Statistik Distribusi BPS Agus Suherman, kemungkinan disebabkan oleh jalur distribusi yang terganggu akibat banjir atau jalan rusak.

"Mungkin ada perlambatan dalam distribusi barang. Apalagi, Februari itu kan musim hujan. Selain itu, Februari, bulannya pendek, tidak seperti bulan-bulan biasanya," ujar Agus.

Meski demikian, ekspor nonmigas Februari 2008 meningkat jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ekspor nonmigas Februari 2008 mencapai US$ 8,15 miliar atau meningkat 21,19 persen.

Ekspor nonmigas terbesar Februari 2008 terjadi pada karet dan barang dari karet sebesar US$ 144,4 juta, disusul kendaraan dan bagiannya, tembaga, kayu dan barang dari kayu, dan kertas atau karton.

Jepang

Menurut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ali Rosidi, ekspor nonmigas ke Jepang pada Februari 2008 mencapai angka terbesar, yakni US$ 1,06 miliar, disusul Amerika Serikat US$ 1,01 miliar dan Tiongkok US$ 681,8 juta, dengan kontribusi seluruhnya mencapai 33,78 persen. Sedangkan, ekspor ke negara-negara Uni Eropa sebesar US$ 1,17 miliar.

Sementara itu, kenaikan ekspor migas meningkat sebesar 7,47 persen dari US$ 2,21 miliar menjadi US$ 2,38 miliar. Peningkatan ini dikarenakan meningkatnya ekspor minyak mentah sebesar 29,59 persen menjadi US$ 1,07 miliar, sebaliknya ekspor hasil minyak turun sebesar 13 persen menjadi US$ 225,3 juta, serta ekspor gas turun 4,19 persen menjadi US$ 1,07 miliar.

Berdasarkan sektornya, ekspor hasil pertanian serta ekspor hasil industri Januari - Februari 2008 meningkat 41,10 persen dan 31,34 persen dibanding periode yang sama tahun 2007. Sedangkan, hasil tambang dan lainnya turun sebesar 7,50 persen.

Peningkatan ekspor juga terjadi pada sektor barang migas yang naik sebesar 7,47 persen dari US$ 2,21 miliar menjadi US$ 2,3 miliar. Lebih lanjut Ali menjelaskan, peningkatan ekspor disebabkan oleh meningkatnya ekspor minyak mentah sebesar 29,59, sebaliknya, ekspor hasil minyak turun sebesar 13 persen, serta ekspor gas turun 4,19 persen. [CNV/M-6]


Last modified: 5/4/08