
[NEW YORK] Perusahaan-perusahaan dari Amerika Serikat (AS) masih mendominasi daftar 2.000 perusahaan terbesar di dunia, yang dikeluarkan oleh majalah Forbes awal bulan ini. Namun, pada urutan pertama, daftar yang juga disebut dengan Global 2000 ini, justru ditempati oleh perusahaan dari Inggris yang bergerak di bidang perbankan, HSBC Holding.
Jumlah perusahaan dari AS yang masuk daftar itu tahun ini memang berkurang 61. Dan pada tahun 2004 ternyata jumlah perusahaan AS lebih sedikit lagi. Sementara jumlah perusahaan yang berasal dari tiga negara lain, Tiongkok, India, dan Brasil, justru meningkat. Misalnya, India menempatkan 48 perusahaan, angka ini jauh lebih banyak dibanding tahun 2004 yang hanya 27.
Menurut Forbes, yang mempublikasikan data itu awal bulan ini di New York, Amerika Serikat, untuk bisa masuk ke dalam daftar itu, perusahaan-perusahaan tersebut, harus lulus beberapa kriteria antara lain menonjol atau berkinerja tinggi di tingkat global.
Untuk mencapai itu ada beberapa hal yang bisa diukur yaitu menonjol di bidangnya terkait pertumbuhan, dana yang disetor ke investor, dan prospek masa depan.
Dalam daftar itu, banyak perusahaan berkinerja secara global sangat tinggi, bahkan mampu meningkatkan penghasilannya sebanyak 25 persen per tahun. Tetapi, berbeda dengan kinerja HSBC Holding, yang tidak hanya tahun ini menjadi nomor satu, dari sisi besar perusahaan, tetapi juga salah satu dari lima industri perbankan berkinerja sangat baik.
Pertumbuhan pendapatan HSBC per tahun rata-rata 26 persen, dan 31 persen pendapatan bersih selama lima tahun belakangan ini. Tampaknya keberhasilan ini dipicu juga oleh pertumbuhan bank-bank yang beroperasi di 83 negara dengan 10.000 pegawai dan total aset US$ 2,3 triliun.
Indonesia
Di bidang perbankan ini, ada tiga bank di Indonesia yang tercatat pada Global 2000, yaitu Bank Central Asia (urutan 1001), Bank Rakyat Indonesia (1035), dan Bank Negara Indonesia (1862).
Sementara urutan kedua dalam Global 2000 ini ditempati General Electric (AS), ketiga, Bank of America (AS-perbankan), keempat, JPMorgan Chase (AS-perbankan), kelima, ExxonMobil (AS-minyak dan gas bumi), keenam, Royal Dutch Shell (Belanda-minyak dan gas bumi), ketujuh, BP (Inggris-minyak dan gas bumi), kedelapan, Toyota Motor (Jepang-otomitif), kesembilan, ING Group (Belanda-asuransi), kesupuluh, Berkshire Hathaway (diversifikasi keuangan).
Daftar 2000 perusahaan tersebut, Forbes kemudian mengkategorikan perusahaan berdasarkan penjualan, keuntungan, aset, dan nilai pasar. Menurut catatan tahun ini, perusahaan-perusahaan yang masuk dalam daftar itu memiliki totalitas pendapatan sekitar US$ 30 triliun, profit US$ 2,4 triliun, aset US$ 119 triliun, dan nilai pasar US$ 39 triliun. Dan jumlah tenaga kerja yang ditampung di seluruh perusahaan tersebut 72 juta orang.
Tahun ini, ada sejumlah 60 negara mencantumkan perusahaan masing-masing ke dalam data global 2000. Angka ini naik dibanding tahun 2004 yang hanya tercatat 51 negara.
Dihitung dari jumlah perusahaan, 315 industri perbankan adalah yang terbesar dalam rekor Global 2000. Perbankan juga mendominasi di bidang totalitas asets, dengan nilai keseluruhan berjumlah USD$ 58,3triliun, dan profit berjumlah US$ 398 miliar. [CNA/Forbes.com/E-4]