![]()
AP/Hermann J. Knippertz
Para pemain Zenit St Petersburg bergembira setelah mencetak gol, sementara seorang pemain Bayer Leverkusen Vratislav Gresko (kiri) hanya bisa terdiam. Kedua tim berlaga pada babak perempat final Piala UEFA di Leverkusen, Jerman, Kamis (3/4) malam atau Jumat (4/4) dini hari WIB. Leverkusen kalah 1-4.
[LEVERKUSEN] Dari empat pertandingan pertama babak perempat final Piala Eropa, Kamis (3/4) malam atau Jumat (4/4) dini hari WIB, hasil mencolok hanya terjadi pada laga antara Bayer Leverkusen dan Zenit St Petersburg. Sebagai tuan rumah, Leverkusen yang menduduki posisi empat Liga Jerman (Bundesliga), menelan kekalahan menyakitkan dari tim underdog asal Rusia itu. Kekalahan itu, di mata para pemain akibatkan meremehkan lawan.
Skor akhir 4-1 untuk kemenangan Zenit benar-benar meruntuhkan harapan Leverkusen untuk lolos ke babak semifinal. Kesuksesan juara Liga Rusia 2007 itu tak lepas dari strategi serangan balik yang diperagakan anak-anak asuhan Dick Advocaat tersebut.
Pada laga yang berlangsung di Stadion Bay Arena, markas Leverkusen, tuan rumah tertinggal 0-1 ketika penyerang Andrey Arshavin membobol gawang tuan rumah yang dikawal Rene Adler pada menit ke-20.
Tiga belas menit kemudian, Leverkusen menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui penyerang Stefan Kiessling. Gol itu menjadi gol terakhir tuan rumah. Selanjutnya, Zenit terus menggebrak pertahanan Klub berjuluk "Werkself" itu.
Sang tamu menjadikan unggul 2-1 ketika penyerang Pavel Pogrebnyak mencetak gol kedua pada menit ke-52. Gol bermula dari umpan silang kapten tim nasional Rusia, Andrei Arshavin. Umpan matang itu membuat Pogrebnyak hanya perlu mendorongkan kaki untuk meloloskan bola ke gawang. Gol yang dicetak pemain berusia 25 tahun tersebut merupakan yang kelima gol selama bergulirnya turnamen kelas dua Eropa itu.
Zenit semakin berjaya ketika tembakan jarak jauh bek Aleksandr Anyukov menembus gawang Adler pada menit ke-61. Semangat juara Piala UEFA 1998 itu semakin hancur ketika penyerang Igor Denisov mencetak gol keempat.
Kapten tim Bernd Schneider mengatakan, timnya gagal karena sibuk memikirkan target meraih kemenangan besar, sehingga tidak konsentrasi sepanjang laga. "Sementara mereka (Zenit) mampu menjaga fokus dan konsentrasi sepanjang pertandingan. Jujur saja, kami terlalu meremehkan lawan," tambah kapten tim, Bernd Schneider.
"Sungguh menyakitkan. Kekalahan seperti ini membuat tim sekuat apa pun akan runtuh," kata direktur olahraga Leverkusen, Rudi Voeller.
Manajer Leverkusen, Michael Skibbe, mengakui kalau Zenit tampil lebih kompak. "Meski tak punya pemain bintang, mereka (Zenit) bermain sebagai tim. Dalam sepakbola, permainan kolektif pemain nonbintang lebih bisa membawa kemenangan dari pada sekelompok pemain bintang yang bermain individual. Kegagalan ini terjadi akibat kami sibuk dengan penampilan diri sendiri," kata mantan pelatih Borussia Dortmund itu.
Dua gol pertama Zenit terjadi karena pertahanan Leverkusen yang digalang Karim Haggui, Vratislav Gresko, Manuel Friedrich, dan Arturo Vidal sering salah mengantisipasi umpan lawan. [AP/goal.com/ATW/W-11]