Gempa berkekuatan 5,3 skala richter (SR) mengguncang wilayah Labuha, Maluku Utara (Malut), Jumat (4/4). Gempa tersebut terjadi sekitar pukul 04.41 WIT pada 0,04 Lintang Selatan (LS) hingga 127,29 Bujur Timur BT), pada posisi 69 kilometer (km) arah barat laut Labuha, di kedalaman 97 km.
Staf Bidang Pelayanan Jasa, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Wilayah IV Makassar, Dedi mengatakan, di wilayah itu sering terjadi gempa dan kejadian Jumat dini hari tadi, tidak ada laporan korban jiwa. Diperkirakan, guncangan gempa itu dirasakan di Labuha dengan kekuatan getaran 2-3 marcali modified intensity (MMI), jelasnya.
Tanggal 20 Maret 2007, gempa juga melanda wilayah tersebut dengan kekuatan 6,5 SR, terjadi pada 0,68 LS dan 127,49 BT , berlokasi 45 km arah Tenggara Labuha di kedalaman 44 km. [148]
Mahasiswa Uncen KKL di Sarmi
Sebanyak 75 mahasiwa FISIP Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Cenderawasih Jayapura melakukan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Kampung Holmaven, Distrik Sarmi Timur, Kabupaten Sarmi. Demikian disampaikan dosen pendampingnya, Melyana Pugu MSi kepada SP, Kamis (3/4) pagi, melalui telepon selulernya dari Sarmi.
KKL yang dilakukan mahasiswa tersebut pada dasarnya adalah melakukan pendataan berbasis kampung dalam kaitannya dengan penyediaan database bagi pemerintah kampung Holmaven. Mereka juga melakukan semacam penguatan kapasitas bagi aparat pemerintah kampung sehingga dalam menjalankan tugas-tugas administrasi pemerintahan, pelayanan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat di kampung dapat dikerjakan dengan baik.
Pendataan berbasis kampung tersebut meliputi pendataan terkait potensi sumber daya alam kampung, potensi sumber daya manusia di kampung, ketersediaan sarana dan prasarana serta infrastruktur dasar di kampung sekaligus pendataan para pemangku kepentingan di kampung, katanya. [GAB/M-11]
![]()
SP/Adi Marsiela
Sebanyak 13 aktivis yang tergabung dalam Front Pemuda dan Mahasiswa Jawa Barat menggelar "happening art "di Lapangan Gasibu, Bandung, Kamis (3/4). Mereka memprotes adanya dukungan pemerintah pusat terhadap satu dari tiga pasang calon gubernur dan wakilnya di Jawa Barat.