
[SEMARANG] Mantan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Sutiyoso mengklaim dirinya mendapat dukungan dari sejumlah partai kecil dan menengah yang menjagokan dirinya maju sebagai calon presiden pada 2009 mendatang.
Kepada wartawan di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (3/4), Sutiyoso didampingi mantan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI (Purn) Yusuf Kartanegara, tokoh Jateng Soeparto Tjitrodihardjo dan Ismangoen, mengatakan, dukungan datang dari partai-partai kecil, terutama partai yang baru lahir. Dukungan juga mengalir dari sejumlah tokoh, ulama, intelektual, dan senior saya, seperti mantan Wapres Try Sutrisno dan Syarwan Hamid.
Sutiyoso mengaku tidak memungkinkan dirinya membangun partai baru untuk kendaraan pemilihan presiden 2009. Mendirikan partai baru membutuhkan biaya dan energi besar, sehingga bila dipaksakan, akan menyedot konsentrasi dan menghabiskan energi.
Dia juga menegaskan, rencananya maju sebagai capres sama sekali tidak karena ingin memperoleh kekuasaan besar.
"Saya tidak gila jabatan. Bisa melewati masa lima tahun jadi Gubernur DKI Jakarta tanpa dilengserkan di tengah jalan, saya sudah bersyukur kepada Allah," kata Sutiyoso.
Pesimistis
Ia pesimistis bahwa parlemen nantinya mau mengakomodasi capres dan cawapres perseorangan karena dalam Pasal 6 A UUD 1945 memang disebutkan capres dan cawapres diusulkan partai atau gabungan partai.
Dalam UUD 1945, kata Sutiyoso, memang tidak ada aturan yang menyebutkan kepala daerah harus diusung partai sehingga calon perseorangan akhirnya diakomodasi bisa mengikuti pilkada. Selain itu, munculnya calon presiden independen juga bakal dihadang partai politik.
Sutiyoso mengkritik wacana yang mendorong tampilnya capres muda. "Jangan ada dikotomi (capres) tua dan muda. Pilih mana tua, tapi sehat atau muda sakit-sakitan," katanya. [142]