[PADANG] Pemerintah Jepang mengucurkan bantuan perbaikan irigasi yang rusak akibat banjir di Sumatera Barat (Sumbar) dengan nilai Rp 186 miliar. Bantuan juga di-terima delapan pemerintah provinsi lain di Indonesia.
"Kami juga sudah menerima bantuan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 280 miliar lebih," kata Gubernur Sumbar, Gamawan Fauzi, kepada SP, Rabu (2/4), di Padang.
Dengan cairnya bantuan, saat ini Pemerintah Sumbar melakukan proses tender pembangunan. Diharapkan, pihak pengelola proyek dapat menggunakan dana bantuan itu secara sungguh-sungguh dan mencapai target yang telah ditetapkan, sehingga hasilnya bisa dimanfaatkan warga.
Upaya untuk memperoleh dana itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. "Kepada masyarakat, kita juga berharap bisa menjaga infrastruktur tersebut, sehingga manfaatnya bisa dirasakan bersama," katanya.
Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Sumbar, Zainal Saleh mengatakan, bantuan dari Departemen Pekerjaan Umum (DPU) melalui Ditjen Pengairan dan Sumber Daya Air itu digunakan untuk perbaikan 11 jaringan sungai yang rusak akibat bencana banjir beberapa waktu lalu.
Bantuan bencana untuk infrastruktur irigasi yang rusak dari Departemen PU itu, merupakan realisasi dari usulan yang diajukan Provinsi Sumbar ke DPU pascabanjir, Januari lalu. [BO/M-11]