[JAKARTA] Data Litbang Departemen Pendidikan Nasional 2007 menyebutkan angka lulusan sekolah menengah pertama di Indonesia setiap tahunnya mencapai 1,5 juta siswa. Secara statistik, dari setiap seribu siswa terdapat satu orang siswa yang memiliki intellegentia quotient (IQ) di atas 150, sehingga setiap tahunnya ada potensi siswa jenius di Indonesia sebanyak 1.500 orang.
Hanya saja, potensi siswa jenius tersebut, selama ini belum ditangani secara optimal, terutama pendidikan yang memungkinkan mereka berkembang sebagaimana mestinya. Padahal, siswa berpotensi seperti itulah yang harus ditemukan dan difasilitasi untuk mencegah mereka pindah ke negara lain, karena Indonesia sangat memerlukan orang-orang jenius untuk bisa membangun negeri agar bisa bersaing dengan negara-negara lain.
Menurut Ketua Yayasan Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI), Prof Yohanes Surya, Phd untuk menemukan dan membina bibit-bibit unggul tersebutlah, TOFI, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti), DKI Jakarta dan perusahaan otomotif BMW Indonesia telah berinisiatif membuka program Kelas Super DKI Jakarta.
Program yang dimulai pada Oktober 2005 ini merupakan program pendidikan bagi anak-anak berbakat yang memiliki IQ di atas 150 dan memiliki minat di bidang sains dan matematika.
Yohanes Surya yakin, kualitas intelektual siswa bangsa ini tidak kalah dengan bangsa-bangsa lain, bahkan dengan negara maju sekalipun. "Mendapatkan pembinaan yang tepat merupakan kunci keberhasilan pendidikan," tambah Yohanes lagi.
Saat ini, Kelas Super DKI Jakarta telah mengantarkan angkatan pertamanya, yaitu sebanyak 20 siswa masuk ke universitas ternama di Indonesia dengan mendapatkan program beasiswa, 15 di antaranya masuk ke universitas negeri seperti ITB dan Universitas Indonesia.
Kelas Super DKI Jakarta - yang berlokasi di SMUN 3 Jakarta ini, memiliki kurikulum khusus yang menitikberatkan pada mata pelajaran matematika, biologi, fisika dan kimia. Kurikulum dikembangkan oleh tim khusus di bawah pengawasan Yohanes Surya. Para pelajar akan menerima materi setara dengan materi program sarjana dan bahkan pascasarjana dengan bimbingan dari para dosen berpengalaman.
Untuk dapat masuk dalam program Kelas Super DKI Jakarta, para siswa harus melalui beberapa tahap tes dan seleksi mulai dari tes IQ dan wawancara. Mereka yang akan mendaftar harus memenuhi persyaratan yaitu memiliki nilai kelulusan SMPN rata-rata (NEM) 8,5 dengan nilai matematika minimal 9 serta memiliki minat di bidang sains dan matematika yang kuat. [E-5]