[JAKARTA] Masalah bencana dianggap penting untuk masuk dalam kurikulum pendidikan. Hal itu perlu dilakukan, karena sebagian besar masyarakat belum memahami benar mengenai antisipasi bencana, padahal, sebagian besar wilayah di Indonesia rentan terhadap bencana.
Demikian benang merah diskusi bertajuk "Bersahabat dengan Ancaman," di Jakarta, baru-baru ini. Diskusi tersebut digagas Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi). Acara itu sekaligus peluncuran buku "Bersahabat dengan Ancaman," yang ditujukan bagi siswa pada jenjang sekolah dasar (SD).
Direktur Walhi DKI Jakarta Slamet Daroyni mengemukakan, pemerintah seharusnya tanggap terhadap bencana sehingga penanggulangan bencana sudah bisa dimasukkan ke dalam muatan lokal. "Anak-anak seharusnya sudah tahu bagaimana menghadapi bencana. Karena, faktanya, negara kita memang rentan terhadap bencana," katanya.
Dengan hadirnya buku ini, katanya, bukan hanya untuk membuka ingatan sebagai media penyadaran kritis, tetapi juga mencoba menelaah kembali apakah proses penanganan bencana selama ini memang telah berpihak kepada masyarakat dan lingkungan, atau justru malah meningkatkan kerentanan-kerentanan baru.
"Buku ini sebagai momentum untuk mengembalikan tentang persoalan dasar penanganan bencana di Indonesia, yaitu memberikan kapasitas dan pengetahuan mendasar tentang bencana itu sendiri kepada masyarakat yang paling rentan terkena dampaknya, yaitu masyarakat yang tinggal di daerah rawan terkena bencana, dan anak-anak," katanya.
Walhi menilai anak-anak merupakan kelompok rentan menjadi korban setiap kali terjadinya bencana. Sebab, mereka tidak pernah dibekali pengetahuan mendasar mengenal kerawanan dan kerentanan, tanda-tanda akan terjadinya bencana, atau bagaimana mengantisipasi dan menyelamatkan dirinya jika bahaya datang.
Buku "Bersahabat dengan Ancaman," digarap oleh Walhi bersama berbagai pihak terutama para guru dari Ciamis, Yogyakarta, Aceh serta Sekolah Alam, Komunitas Indonesia Hijau (KIH), Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kappala Indonesia. Buku Bersahabat dengan Ancaman yang terdiri dari tiga seri, yaitu modul pengajaran untuk guru, buku bantu pendidikan pengelolaan bencana untuk anak usia SD. [W-12]