SUARA PEMBARUAN DAILY

Setahun Rohati Terbaring Lumpuh

hotman siregar

Rohati terbaring lemah di RSUD Kota Bekasi, Jawa Barat.

[BEKASI] Rohati terbaring lemah di ruang Melati KL 2A2, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (2/4). Bocah perempuan berumur 11 tahun ini terlihat kesakitan saat perawat memasang jarum infus ke urat nadinya. Setahun lebih kedua kaki bocah itu tidak bisa lagi bergerak. Semakin lama, kedua kaki anak kelima dari enam bersaudara pasangan Rahman (70) dan Ninih (40) ini semakin mengecil.

Menurut tim medis, bocah itu mengalami lumpuh layu. Padahal, sebelum terkena penyakit itu, ia merupakan anak yang periang, pintar, dan rajin membantu orangtua. Semua keriangan dan kerajinan Rohati kini sirna akibat penyakit yang dideritanya. Setahun lebih, Rohati hanya bisa terkulai di atas kasur kapuk lembab di rumahnya. Wajahnya tak lagi terlihat ceria seperti dulu.

Dua pekan lalu, Kosim (53), salah seorang karyawan swasta di Bekasi mengadakan bakti sosial di Kampung Telar, Desa Segara Jaya, Kecamatan Taruma Jaya, Kabupaten Bekasi. Saat itu, Kosim tanpa sengaja menyaksikan Rohati terkulai lemah di ranjangnya.

"Saya melihat kaki Rohati mengecil, dan di pangkal paha sebelah kanan ada luka yang sudah dikerebuti belatung," ungkap Kosim yang merasa terpanggil untuk membantu membawa Rohati ke rumah sakit.

Sementara Rahman mengungkapkan, suatu hari, setahun lalu, Rohati pulang dari sekolah dengan berjalan terpincang-pincang. Ketika itu, Rohati masih tercatat sebagai murid kelas tiga di Sekolah Dasar (SD) Negeri Segara Jaya.

"Waktu itu, saya hanya beri dia (Rohati, Red) obat yang dibeli di warung. Saya pikir dia sakit mag aja," kata orangtua yang sudah renta umur ini dengan nada sedih.

Setelah diberi obat, putrinya bukan malah sembuh. Tapi, semakin bertambah parah. Karena khawatir, ia dan istrinya mencoba membawa ke puskesmas. ''Puskesmas hanya bilang kalau anak saya terkena penyakit mag,'' katanya lirih.

Orangtua yang bekerja sebagai petani penggarap ini mengungkapkan, mereka tidak sanggup membawa Rohati ke rumah sakit lagi untuk berobat karena tidak memiliki biaya. Padahal putrinya sudah tidak dapat berjalan.

"Saya orang tidak mampu Pak. Sehari-hari hanya bekerja sebagai petani penggarap. Uang yang didapat hanya cukup untuk membeli makanan sehari-hari,'' ujar bapak berperawakan kurus ini. Ia juga mengaku sempat membawa anaknya ke tukang pijat tradisional karena tidak mampu membawa anaknya untuk berobat.

Ibunda Rohati terlihat termenung di samping anaknya. Kini berat badan Rohati hanya 15 kilogram (kg). Padahal, berat badan normal anak seusia Rohati 30 kg. Rohati sudah setahun tidak sekolah. Sebelum lumpuh, Rohati pernah berkata ke ibunya. 'Ma, jangan tinggalin Rohati ya? Kayaknya Rohati tidak bisa jalan lagi,'' ucapnya menirukan perkataan anaknya.

Dari ucapan Rohati, Rahman sadar bahwa anaknya telah mendapat firasat tidak bisa berjalan lagi. Apa yang dikatakan anaknya telah menjadi kenyataan. Rohati memberi tahu yang sesungguhnya akan terjadi.

Menurut keterangan staf Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr Rani Sari, kalau melihat keadaan fisik, maka penyakit yang diderita Rohati sudah masuk dalam kategori lumpuh layu. Hanya saja ia tidak mengetahui persis penyebab kelumpuhan itu. "Ciri orang yang mengalami lumpuh layu ialah terjadi pengecilan pada otot kaki," katanya.

Hingga saat ini tim dokter RSUD Kota Bekasi masih mencari penyebab penyakit Rohati. Dokter masih menunggu hasil roentgen karena masih ada keanehan. ''Rohati sejak kecil rajin suntik polio dan sejak lumpuh ia tidak mengalami kendala makan," tandasnya. [HTS/L-8]


Last modified: 4/4/08