[TANGERANG] Sejumlah warga mengembalikan minyak goreng yang dijual pada operasi pasar minyak goreng yang digelar oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pariwisata (Disperindagkopar) Pemerintah Kabupaten Tangerang. Mereka mengembalikan minyak itu, karena selisih harganya dengan minyak goreng yang dijual normal tidak terlalu tinggi. Selain itu, kualitasnya juga buruk, keruh dan bau.
Berdasarkan hasil pemantauan SP di Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Rabu (2/4), komoditas itu dijual dengan harga cukup tinggi yakni, Rp 7.500 per liter. Sedangkan di pasar, hanya Rp 10.000 per liter. Selain itu warnanya keruh dan ada bekas dipakai serta bau. Akibatnya, sejumlah warga terutama ibu-ibu kecewa dan mengembalikan minyak goreng yang sudah dibeli ke petugas penyalur. "Bau tengik dan kotor, timbangannya juga kurang, " kata Nunung, warga Kadu Sabrang RT 05/02 Desa Cikupa Kecamatan Cikupa. Dia kecewa, kualitas minyak goreng yang dijual buruk dan sangat tidak layak pakai. "Jangan mentang-mentang kita rakyat miskin bisa dikelabui begitu saja," ketusnya.
Kepala Seksi Pengadaan Barang, Penyaluran dan Pemantauan Harga Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi Kabupaten Tangerang, Dewanto mengatakan, kualitas minyak goreng dan kurangnya takaran merupakan tanggung jawab distributor.[132]