![]()
AP/Gerald Herbert
Presiden Amerika Serikat George W Bush berdiri di antara pemimpin negara anggota NATO lainnya saat mengambil tempat untuk foto bersama di Bukarest, Kamis (3/4). Konfrensi ini merupakan kiprah terakhir Bush dalam NATO.
[BUKARES] Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mendukung program Amerika Serikat (AS) untuk memasang sistem perisai rudal di sejumlah negara Eropa, di antaranya Polandia dan Ceko. Kesepakatan bulat NATO ini memperkuat program yang digagas Presiden George W Bush tersebut.
Dukungan penuh itu disampaikan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Bukares, Rumania, Kamis (3/4).
Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice menilai dukungan bulat itu merupakan terobosan besar dalam soal sistem pertahanan rudal bagi NATO. Pada KTT NATO 2001, hanya dua negara yang mendukung, itu pun masih ragu-ragu. KTT NATO kali ini merupakan pertemuan terakhir bagi Bush.
Pada kesempatan ini, para pemimpin NATO menolak memberikan rencana aksi keanggotaan bagi Ukraina dan Georgia. NATO akan meninjau lagi masalah ini pada Desember.
Rusia menentang keras perluasan NATO ke arah timur, yakni ke negara-negara eks Soviet atau yang pernah jadi negara satelitnya. Bagi Moskwa perluasan itu akan mengancam keamanannya. Presiden Vladimir Putin sudah melobi negara-negara kunci di Eropa seperti Jerman dan Prancis untuk mencegah Ukraina dan Georgia bergabung. Moskwa telah mengancam akan mengarahkan rudal-rudal nuklirnya ke Ukraina apabila negara ini jadi bergabung dan menyediakan wilayahnya untuk pemasangan perisai rudal.
Sebaliknya, AS sangat mendukung keanggotaan Ukraina dan Georgia. Presiden Ukraina Viktor Yushchenko menyatakan sudah mendapat dukungan penuh dari Presiden George W Bush yang berkunjung ke Kiev, Selasa (1/4).
Bush berargumentasi untuk memberikan Ukraina semacam rencana aksi keanggotaan (MAP), sebuah langkah sebelum menjadi anggota penuh. [AP/Y-2]