[JAKARTA] Festival Film Prancis (FSP) kembali digelar di sejumlah kota di Indonesia pada 10-20 April 2008. Pada tahun ini, FSP akan memutar 28 judul film kelas dunia.
Atase Audio Visual Kedutaan Prancis, Frederic Alliod mengungkapkan film yang diputar telah memenangkan berbagai penghargaan di berbagai festival film internasional. Film yang diputar terdiri dari jenis drama, petualangan, animasi, thriller, detektif, komedi, dokumenter, dan musikal. "Kami ingin menyampaikan sesuatu yang baru dan berbeda pada publik Indonesia melalui film cita rasa dan seni budaya Prancis," katanya di Jakarta, Kamis (3/4) seperti dikutip Antara.
Frederic mengatakan FSP 2008 merupakan kegiatan budaya yang memungkinkan publik Indonesia dapat berinteraksi dengan budaya Prancis melalui film dan workshop yang di gelar selama festival. Pemutaran film akan berlangsung di Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Denpasar, Semarang, dan Lampung.
Film-film yang diputar di antaranya Bled Number One (Cannes Film Festival 2006-Penghargaan Film Remaja), Flandres (Cannes Fim Festival 2006-Pemenang Utama dan Yerevan Film Festival-Film Terbaik), Le Voyage du Ballon Rouge (Cannes Film Festival 2007-Pilihan Khusus), dan Ne le dis a Personne (Cesar 2007-Sutradara Terbaik, Aktor Terbaik, Penyuntingan Terbaik dan Musik Terbaik).
Festival kali ini juga menyajikan film pilihan untuk anak-anak, yakni dua film animasi Chasseurs de Dragons dan Piccolo Saxo et Cie, serta dua film drama komedi Michou d'Auber dan Le Voyage du Ballon Rouge. "Di Prancis sebanyak 200 film per tahun dihasilkan. Pemerintah memberi perhatian besar terhadap film melalui dana hibah untuk para pembuat film, demikian juga ada bantuan dana dari Eropa sehingga mereka menjadi sangat produktif," katanya.
Frederic mengatakan film produksi Prancis memiliki ciri khas tersendiri, apalagi dengan bermunculannya para sineas muda yang mulai menggarap jenis film triller. "Jarang sineas Perancis membuat jenis film ini, tapi seiring dengan munculnya para sineas muda dan berbagai pengaruh dari maka sinema Prancis menjadi semakin kaya," tambahnya.
Duta Festival
Mulai tahun ini, Festival Film Prancis menghadirkan pula duta festival yakni bintang film Nadia Saphira dan model internasional Dominique Agisca Diyose. Frederic mengatakan keduanya dipilih karena merupakan bintang muda dan generasi baru dalam dunia perfilman Indonesia. Hal ini selaras dengan film-film Prancis dalam festival yang sebagian besar merupakan karya sineas generasi baru dalam sejarah perfilman Prancis.
Nadia Saphira mengungkapkan film Prancis memberi alternatif pengetahuan tentang budaya yang baru dan berbeda. Hal ini bila dibandingkan film-film produksi Hollywood yang selama ini mendominasi layar bioskop Indonesia. Sementara Dominique mengaku ada keunikan tersendiri dalam film-film Prancis dari segi budaya dan penggarapan filmnya. "Prancis yang aku tahu tentu saja soal fashion-nya. Tapi sekarang aku jadi semakin mengenal Prancis lewat film-filmnya," ujar gadis asal Semarang ini.
Festival Film Perancis 2008 akan dibuka pada 10 April di Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail dengan pemutaran film Pars Vite et Reviens Tard dan penutupannya dilakukan pada 20 April di Blitzmegaplex Grand Indonesia dengan pemutaran film Le Scaphandre et le Papillon. [U-5]