SUARA PEMBARUAN DAILY

Sekilas

Wacana Ekspor Beras Hanya Dagelan

Anggota DPR menilai wacana Pemerintah mengekspor beras sebagai dagelan konyol yang tidak lucu. Rencana tersebut juga dinilai sebagai parodi ekonomi bermuatan politis menjelang "tahun politik" 2009.

Demikian dikatakan Ketua Komisi VI (perdagangan) DPR Totok Daryanto dan Ketua Komisi IV (pertanian) Ishartanto, di gedung DPR, Jakarta, secara terpisah, Rabu (2/4). Selain hanya terkesan untuk kepentingan politik, menurut Totok Daryanto, ekspor beras saat ini hanya menguntungkan pedagang, khususnya eksportir.

Langkah ini seperti melengkapi keberpihakan Pemerintah selama ini yang mementingkan keuntungan importir dengan beras impor. Namun, rakyat miskin yang terus mengalami penurunan daya beli makin dirugikan dengan rencana kebijakan mengekspor beras. "Tolong berpikirlah runtut, jangan loncat-loncat begini. Kan lebih baik kalau ada produksi melimpah dipakai mengganti stok Bulog yang kualitasnya buruk," kata anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional itu. [Y-3]

SP/Ruht Semiono

Investasi Perminyakan di Karimun

Sejumlah alat berat digunakan untuk meratakan tanah guna pembangunan pabrik penunjang industri perminyakan di Karimun, Kepulauan Riau, Kamis (3/4). Perusahan yang bergerak dalam pembuatan anjungan lepas pantai tersebut menanamkan investasi sebesar US$ 500 juta dan diharapkan akan menyerap sekitar 5.000 tenaga kerja.


Last modified: 4/4/08