
Pemain Chelsea Didier Drogba (kiri) bercanda dengan Michael Ballack (kanan) di sela-sela latihan di Stadion Sukru Saracoglu, Istanbul, Turki, Selasa (1/4). Chelsea akan bertemu dengan klub Fenerbahce di stadion itu pada Rabu (2/4) malam waktu setempat. AP/Ibrahim Usta
[LONDON] Pertemuan Fenerbahce dan Chelsea dalam laga pertama babak perempat final Liga Champions yang akan digelar di Stadion Sukru Sarakoglu, markas Fenerbahce, Rabu (2/4) malam atau Kamis (3/4) dini hari WIB merupakan yang pertama dalam sejarah. Kedua tim akan berkenalan dan menjajal gaya sepakbola dua kultur berbeda.
Menengok penampilan kedua klub dalam beberapa laga terakhir, Chelsea lebih diunggulkan dalam laga ini. Raihan empat kali menang dan satu hasil imbang dalam lima laga liga terakhir menjadi tanda konsistensi dan kesiapan The Blues meladeni wakil Turki itu. Chelsea saat ini mengisi posisi runner-up klasemen dengan 71 poin.
Tak berlebihan bila Chelsea lebih diunggulkan lolos ke semifinal dari pada Fenerbahce. Masuknya klub yang bermarkas di kota Istanbul ini ke babak perempat final merupakan kejutan karena sejak awal memang tidak ada yang menyangkanya.
Musim lalu, Fenerbahce gagal lolos ke putaran final Liga Champion setelah disingkirkan Dynamo Kyiv 5-3 (1-3, 2-2) pada babak kualifikasi.
Namun, penampilan tim yang diasuh legenda Brasil Zico ini memang menakjubkan sejak awal Liga Champion musim ini. Klub yang kini dibela mantan bek kiri Real Madrid, Roberto Carlos ini mengalahkan Inter Milan (1-0) pada babak penyisihan pertama, dan menyingkirkan Sevilla secara dramatis melalui adu penalti.
Meski tak diunggulkan, klub berjuluk Sari Kanaryalar ini mudah ditundukkan. "Kami sudah sampai sejauh ini. Terbukti, kami mengungguli tim-tim favorit. Tak ada alasan kami tidak mampu mengalahkan Chelsea. Kami yakin menang," kata Zico.
Menjamu Chelsea, Fenerbahce punya persiapan cukup matang. The Yellow Cannaries, julukan lain Fenerbahce, mengantongi tiga kemenangan, dua hasil seri, dan satu kali kalah dalam enam laga terakhirnya.
Materi pelatih dan pemain juga mumpuni. Selain Zico dan Roberto Carlos, ada juga mantan gelandang Juventus, Stephen Appiah, pemain timnas Brasil, Alex dan mantan penyerang Chelsea, Mateja Kezman. Pengalaman pemain senior tersebut menjadi kunci Fenerbahce membalik semua prediksi yang mengunggulkan Chelsea.
Alex tentu akan menjadi otak serangan Fenerbahce. Pemain berusia 31 tahun ini tercatat sebagai pencetak umpan terbanyak Liga Champions musim ini dengan enam umpan. Selain itu, dua gol ke gawang Besiktas dalam lanjutan Liga Turki pekan lalu menunjukkan ia sedang on-fire. [AP/goal.com/ATW/W-11]