[PALANGKA RAYA] Masyarakat pedalaman Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada 2008 mendapat bantuan sebanyak 2.334 unit pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan dibangun dua unit pembangkit listrik tenaga mikrohidro.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalteng, Halind Ardi, di Palangka Raya, baru-baru ini, mengatakan, sebagian besar masyarakat di Kalteng belum menikmati listrik. Pemberian PLTS dilakukan secara bertahap. Tidak mungkin dilakukan sekaligus karena disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
Kabsudin Minyak Listrik dan Energi Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalteng, Tomas Sembiring mengatakan, pembagian PLTS ini sebagai upaya terbatas dan bertahap yang dilakukan pemerintah di bidang kelistrikan.
Masih terdapat 737 desa di pedalaman Kalteng, dengan ratusan ribu keluar-ga yang belum pernah mendapat pasokan jaringan listrik.
Sedikitnya 300.000 keluarga di pedalaman saat ini masih membutuhkan bantuan aliran listrik. Tidak memungkinkan mendapatkan pasokan listrik dari energi alternatif lain, lebih baik menggunakan listrik dari tenaga surya, karena kondisi daerahnya sangat terpencil dan sulit terjangkau.
Menurut Tomas, pembagian ribuan unit PLTS ini bersumber dari anggaran Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral sebanyak 1.782 unit. Selebihnya menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kalteng sebanyak 552 unit. [106]