[MAKASSAR] Krisis sumber daya listrik yang dihadapi daerah pedesaan, menarik perhatian Kementerian Koordinator Perekonomian untuk mengembangkan teknologi kelistrikan, melalui program Desa Mandiri Energi (DME), ditargetkan akan tercapai 2.000 desa hingga 2009.
Saat ini diperkirakan terdapat 70.000 desa, 45 persen di antaranya dikategorikan desa miskin, tertinggal, dan terpencil, sekitar 6.200 desa belum mendapatkan energi listrik. Padahal desa-desa ter- sebut memiliki sumber daya alam yang potensial.
Hal itu dikemukakan Deputi II Bidang Koordinasi Pertanian dan Kelautan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Bayu Krisnamurthi ketika membuka rapat koordinasi, monitoring perkembangan program DME, khususnya di Kawasan Timur Indonesia di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (31/3).
Program itu sudah dimulai sejak 2007, berhasil dilaksanakan di 835 desa. Sangat disadari bahwa program tersebut masih perlu penyempurnaan dan keterpaduan dengan berbagai sektor, sehingga diharapkan, tahun 2009 dapat dicapai 2.000 DME.
Program itu merupakan salah satu program pemerintah sebagai upaya pengembangan desa melalui pemenuhan kebutuhan energi dengan investasi teknologi yang memproduksi energi listrik dari sumber daya lokal yang dapat diperbarui. [148]