[KUPANG] Ribuan warga eks pengungsi Timor Timur (Timtim) yang berdatangan dari berbagai wilayah di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Rabu (2/4) pagi, masih bertahan di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Mereka berdatangan ke Atambua secara bergelombang dengan berbagai jenis kendaraan bermotor dan sebagian di antaranya berjalan kaki.
Wakil Bupati Belu, Gregorius Mau Bili kepada SP lewat telepon jarak jauh dari Atambua mengatakan, warga eks pengungsi Timtim tersebut menuntut pemerintah Indonesia, khususnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan jawaban, apakah pemerintah masih memperhatikan nasib mereka atau tidak.
Dikatakan, berkas tuntutan warga eks Timtim itu sebenarnya sudah disampaikan ke Sekretaris Negara di Jakarta. Namun, pihak sekretariat negara meminta agar berkas tuntutan itu dilampirkan dengan rekomendasi dari Pemerintah Kabupaten Belu dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT. Selanjutnya, berkas itu diserahkan ke Sekretaris Negara untuk dikaji sebelum diteruskan ke Presiden Yudhoyono.
Ia mengaku telah menjelaskan persoalan tersebut kepada warga eks Timtim yang melakukan aksi damai di Atambua kemarin, namun mereka menuntut agar Presiden Yudhoyono segera memberikan jawaban. Para pendemo tersebut juga memutuskan untuk menduduki gedung DPRD hingga tuntutan mereka dipenuhi pemerintah.
Koordinator Forum Kemanusiaan WNI Korban Keputusan Politik Timtim, Mateus BC Gutteres mengatakan, pemerintah telah menelantarkan ribuan warga eks Timtim yang setia kepada pemerintah Indonesia. Padahal, mereka adalah korban keputusan politik pemerintah In-donesia. [120]