[KEBUMEN] Hujan yang sering mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, terus diantisipasi petugas Tim Satlak Penanggulangan Bencana (PB) setempat. Mengingat Kebumen memiliki daerah rawan banjir dan tanah longsor yang tersebar di 295 desa dalam 26 kecamatan.
Kepala Dinas Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Kebumen, Djoko Waluyo, menjelaskan hal itu, Rabu (2/4) pagi, di Kebumen.
Daerah rawan banjir dan longsor tersebut tersebar antara lain di Kecamatan Adimulyo, Kuwarasan, Bonorowo,Mirit, Petanahan, Puring, Karanggayam, Karangsambung, Alian, Sempor, Padureso, Sadang, Ayah, Rowokele, dan Buayan. "Hampir setiap musim hujan terjadi longsor, mengingat daerah tersebut topografinya terdiri dari perbukitan yang terjal," ujarnya.
Wakil Bupati Kebumen H Nashiruddin ketika dikonfirmasi Rabu pagi mengatakan, hampir seluruh daerah yang dipimpinnya itu rawan longsor dan banjir. Sehingga banyak bangunan yang rusak akibat bencana tersebut. Akibatnya dalam membangun daerah Pemerintah Kabupaten Kebumen selalu dibayangi bencana alam.
Menurut Nashiruddin, dalam menghadapi musim hujan tahun ini, telah diadakan rapat koordinasi untuk mengantisipasi banjir dan longsor. Rapat koordinasi ini melibatkan aparat Polres, Kodim, Dinkes, Tim SAR, Satuan Polisi Pamong Praja , Camat, Kepala Desa, Hansip, serta Palang merah Indonesia.
"Para camat di daerah rawan bencana, telah kami perintahkan untuk mendirikan Pos Satlak Penanggulangan Bencana. Sedang para Kades juga sudah mulai mendata, jumlah warga yang berada di daerah rawan bencana longsor maupun banjir. Sehingga terjadi musibah, proses evakuasinya lebih mudah," katanya. [WMO/W-8]