SUARA PEMBARUAN DAILY

Program Penanggulangan Kemiskinan Tak Efektif

[JAKARTA] Komite Indonesia Bangkit (KIB) menilai program penanggulangan kemiskinan pemerintah tidak efektif dan hal itu dibuktikan dengan maraknya pemberitaan di media massa tentang jatuhnya korban hingga meninggal dunia akibat kelaparan dan kemiskinan.

"Ini membuktikan bahwa di sisi lain tampaknya pemerintah tetap abai dan tidak menganggap persoalan itu sebagai hal serius yang harus segera dituntaskan," kata Sekretaris Jenderal KIB Ferry J Juliantono, kepada SP, di Jakarta, Selasa (1/4).


Gunung Es

Menurut Ferry, melambungnya jumlah penduduk miskin telah menjadi fakta yang tidak terbantahkan, dan melonjaknya harga berbagai kebutuhan pokok membuat beban hidup yang membelit sebagian besar rakyat semakin berat. Jatuhnya korban yang meninggal akibat kelaparan atau tidak mampu berobat yang mencuat di media massa, hanyalah fenomena "gunung es ".

"Kita tahu persis, di lapangan jumlahnya bisa lebih besar lagi dibandingkan yang terungkap di media massa. Sayangnya pemerintah seperti tidak menganggap kemiskinan sebagai masalah serius yang harus segera diselesaikan," ujar Ferry.

Sementara itu, Ketua Umum KIB Rizal Ramli menegaskan, tingginya harga kebutuhan pokok dan berbagai biaya lain, membuat tekanan hidup sebagian besar rakyat Indonesia semakin berat. Meninggalnya seorang ibu yang tengah mengandung tujuh bulan dan seorang anaknya yang lain di Makassar, hanyalah puncak gunung es dari kejadian sebenarnya yang jauh lebih banyak dan menyedihkan.

"Pemerintah boleh saja mengklaim berhasil menurunkan angka kemiskinan. Namun fakta yang terjadi di lapangan justru sebaliknya. Pengangguran dan kemiskinan semakin bertambah besar. Padahal, dalam tiga tahun terakhir, anggaran anti kemiskinan telah naik 2,8 kali lipat," ujar Rizal. [E-5]


Last modified: 1/4/08