
elasa (1/4), menjadi hari bersejarah bagi warga DKI Jakarta. Betapa tidak, pada hari tersebut, Sylviana Murni dilantik menjadi wali kota Jakarta Pusat (Jakpus). Sebenarnya yang menjadi catatan sejarah adalah bukan soal posisi dia sebagai wali kota. Tetapi yang penting adalah Sylviana merupakan wali kota perempuan pertama di DKI Jakarta. Ia menggantikan Muhayat yang kini menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo pada acara pelantikan di kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Selasa (1/4), mengakui hal tersebut. "Ini adalah hari yang bersejarah karena untuk kali pertama seorang wanita menduduki jabatan strategis sebagai wali kota. Ini juga sebagai hadiah khusus bagi kaum wanita Jakarta dalam memperingati Hari Kartini yang sebentar lagi akan kita peringati," ujar Foke, panggilan akrab Fauzi Bowo.
Mungkin karena dianggap bersejarah maka acara pelantikan pun berlangsung meriah. Ratusan undangan hadir, baik dari lingkungan pejabat Pemerintahan Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta maupun masyarakat bisa seperti perkumpulan warga Betawi Jakarta. Turut hadir mantan Gubernur DKI Sutiyoso dan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Meutia Hatta.
Foke dalam sambutannya menegaskan, rotasi kepemimpinan seperti pengangkatan Sylvi adalah bagian dari reformasi birokrasi di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. "Pemprov DKI cukup besar, rumit, dan kompleks. Karena itu, harus ada pembinaan yang terus-menerus, terarah, dan terpadu, yaitu dengan pengangkatan pejabat-pejabat yang visioner," katanya.
Ia menjelaskan, pengangkatan Sylviana dilakukan dengan hati-hati, setelah melalui observasi mendalam terhadap rekam jejak serta pertimbangan-pertimbangan yang objektif. "Proses tersebut meyakinkan saya jika Bu Sylvi memiliki kapasitas untuk mengemban amanah kepercayaan sebagai Wali Kota Jakpus," ungkapnya.
Sylviana sebenarnya bukan orang baru di Pemprov DKI Jakarta. Sebelum diangkat menjadi wali kota, ia bertugas sebagai Kepala Pendidikan Dasar (Dikdas) DKI Jakarta. Dia juga sempat memimpin Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta sebelum menjadi Kepala Dikdas.
Di kalangan DPRD DKI Jakarta, nama Sylviana juga bukan orang baru. Ia pernah menjadi anggota lembaga legislatif tersebut, periode 1997-1999. Atas prestasinya itu, Sutiyoso saat memberikan salam usai pelantikan memberi hormat kepada bekas bawahannya itu.
Sementara itu, Meutia Hatta usai pelantikan mendukung kebijakan Pemprov DKI yang mengangkat Sylviana menjadi wali kota. "Ini sebagai bentuk dukungan terhadap undang-undang yang menegaskan perlu lebih banyak lagi partisipasi perempuan dalam pemerintahan. Mudah-mudahan, kebijakan seperti ini bisa diteruskan untuk jabatan lainnya," katanya.
Keberadaan perempuan sebagai pemimpin di bangsa ini memang masih langka. Baru beberapa perempuan yang berhasil menjadi pejabat negara. Sebut saja Megawati Soekarno Putri yang sudah berhasil menjadi presiden perempuan pertama di negara ini. Kemudian, ada Haeny Relawati Rini Widyastuti yang berhasil menjadi bupati perempuan pertama di negara ini (Bupati Tuban, Jawa Timur). Dengan pengangkatan Sylviana maka memperbanyak jumlah tersebut.
Fauzi sendiri menugaskan Sylviana agar menjadikan Jakpus sebagai kota yang bisa menjadi contoh bagi wilayah lainnya. "Saat ini Jakpus termasuk daerah terpadat. Kepadatannya bahkan mencapai 18.000 jiwa per meter persegi. Warga yang tergolong miskin berjumlah juga tinggi yang mencapai 22.000 jiwa. Selain itu, kepala keluarga dengan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial mencapai 14.000 jiwa. Itulah yang harus menjadi tantangan bagi wali kota yang baru untuk menyelesaikannya," tegas Fauzi.
Sylviana mengaku siap menjalankan perintah atasannya itu. "Saya bersyukur dengan amanah ini. Semoga dapat melayani masyarakat dengan baik," jelasnya. [Robertus Wardi]