SUARA PEMBARUAN DAILY

Ukraina dan Georgia, Topik Panas KTT NATO

AFP/SERGEI SUPINSKY

Presiden AS George W Bush dan Presiden Ukraina Viktor Yushchenko bersama para ibu negara Laura Bush dan Katheryna Yushchenko di Kiev, Ukraina, Selasa (1/4).

[BRUSSELS] Sebanyak 60 kepala negara atau pemerintahan yang bakal hadir pada Konferensi Tingkat Tinggi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (KTT NATO) akan berusaha mencari jalan keluar bagi perbedaan tajam soal keinginan Ukraina dan Georgia bergabung dengan NATO yang ditentang keras oleh Rusia. KTT NATO selama tiga hari mulai Rabu ini di Bukares, Rumania, juga akan membahas upaya internasional untuk menghapus akar-akar Taliban di Afghanistan.

Rusia menentang keras perluasan NATO ke arah timur, yakni ke negara-negara eks Soviet atau yang pernah jadi negara satelitnya. Bagi Moskwa perluasan itu akan mengancam keamanannya. Presiden Vladimir Putin sudah melobi negara-negara kunci di Eropa seperti Jerman dan Prancis untuk mencegah Ukraina dan Georgia bergabung. Moskwa telah mengancam akan mengarahkan rudal-rudal nuklirnya ke Ukraina apabila negara ini bergabung ke Nato.

Sebaliknya, Amerika Serikat sangat mendukung keanggotaan Ukraina dan Georgia. Presiden Ukraina Viktor Yushchenko menyatakan sudah mendapat dukungan penuh dari Presiden George W Bush yang berkunjung ke Kiev, Selasa (1/4).

Bush juga akan berargumentasi untuk memberikan Ukraina semacam rencana aksi keanggotaan (MAP), sebuah langkah sebelum menjadi anggota penuh. "Di Bukares, saya akan memperjelas posisi AS. Kami mendukung status MAP untuk Ukraina dan Georgia," tegas Bush.

Salah satu negara eks Soviet, Georgia, juga berusaha untuk mendapatkan status itu. Menurut Bush, persinggahannya di Kiev adalah untuk menunjukkan isyarat tegas kepada siapa pun. "Bahwa sudah menjadi kepentingan kita agar Ukraina bergabung (ke NATO)," tegasnya.

PM Prancis Francois Fillon menentang langkah Ukraina dan Georgia karena akan mengancam keseimbangan kekuasaan di Eropa. Prancis mendesak agar NATO merangkul Rusia. Selain Prancis, Jerman juga menolak. Diperkirakan ada selusin negara NATO yang bersikap serupa. [AP/Y-2]


Last modified: 2/4/08