SUARA PEMBARUAN DAILY

U2-Live Nation 12 Tahun Berkolaborasi

istimewaU2

[LOS ANGELES] Grup band asal Irlandia, U2 menjadi kelompok atau penghibur terakhir yang menandatangani kontrak jangka panjang untuk berkolaborasi dengan Live Nation, setelah super grup band rock itu menandatangani persetujuan 12 tahun.

Seperti dilansir ANTARA, dalam keterangan yang dirilis pihak Live Nation menyebutkan, promotor konser itu akan menjadi penyelia bagi tur keliling, "menchandising" dan pengembangan internet band tersebut.

Kesepakatan ini menyusul kontrak senilai US$ 120 juta pada tahun lalu antara Madonna dan Live Nation. Sementara itu, kontrak Madonna meliputi komitmen rekaman tiga album, kesepakatan U2 tidak mencakup hak musik dan kelompok band itu akan terus merekam album mereka pada label lama mereka, Universal Music.

"Hubungan kami dengan U2 telah berkembang dan berlangsung selama bertahun-tahun," kata pimpinan tur global Live Nation Arthur Fogel, yang menjadi produser pada setiap tur keliling U2 sejak PopMart pada 1997.

"Kami sudah berhubungan selama lebih dari 20 tahun dan kini saatnya kami mengikat kontrak,: kata penyanyi utama U2 yang karismatik, Bono, dalam pernyataannya, sambil menegaskan kesepakatan itu akan semakin mendekatkan para penggemar dengan band melalui internet yang tampilannya diperbaharui.

"Kami merasa kami telah mempunyai situs web yang hebat, namun kami ingin membuatnya lebih baik lagi. Kami menghendaki hubungan yang lebih dekat antara band dan penggemar dan Live Nation telah menjanjikan akan membantu kami untuk mencapai hal itu," katanya.

U2 termasuk band paling sukses dalam sejarah. Album-album mereka telah menyabet lebih dari 20 penghargaan Grammy dan terjual lebih dari 140 juta keping di seluruh dunia. Tur keliling mereka yang bertajuk "Vertigo Tour" pada 2005-2006 berhasil meraup pemasukan senilai US$ 389 jut, suatu rekor yang hanya disaingi "A Bigger Bang Tour" dari Rolling Stone sebagai penghasil pemasukan tertinggi sepanjang masa.

"A Bigger Bang Tour" berhasil mengantongi pemasukan senilai US$ 437 juta dan rekor tersebut dicatat dalam "Guinness World Record". [N-4]


Last modified: 2/4/08