[JAKARTA] Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) menargetkan 400.000 wisman Tiongkok yang datang ke Indonesia dalam rangka Visit Indonesia Year 2008 (VIY). Diharapkan, jumlah wisman asal Tiongkok, termasuk Hong Kong bisa meningkat sekitar 19,3 persen dari tahun lalu.
Sehubungan dengan target itu, Budpar menjalin kerja sama dengan PT Bank Industrial And Commercial Bank Of China (ICBC) Indonesia, sukseskan Visit Indonesia Year (Tahun Kunjungan Indonesia) 2008, dengan menandatangani nota kesepakatan kerja, atau Memorandum of Understanding (MoU), di Gedung Balairung, Depbudpar, Jakarta, Selasa (1/4).
Kerja sama tersebut, kata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik terutama untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal Tiongkok ke Indonesia.
"Penandatanganan MoU ini pasti akan menarik lebih banyak turis dari Tiongkok untuk mengunjungi Indonesia, dan secara aktif akan terus mendorong perkembangan hubungan ekonomi dan budaya antara kedua negara. Kerja sama ini juga pada akhirnya diharapkan akan ikut membantu menyukseskan program VIY 2008," kata Wacik.
Wacik mengatakan, saat ini Indonesia belum menjadi daerah tujuan wisata utama wisman asal Tiongkok. Bahkan untuk tingkat ASEAN, Indonesia baru menduduki posisi ke-5, setelah Filipina, Singapura, Thailand, dan Malaysia.
"Meski demikian, pertumbuhan kunjungan wisman asal Tiongkok ke Indonesia kian menggembirakan," imbuhnya.
Pada tahun 2007, lanjut Wacik, kunjungan wisman asal Negeri Tirai Bambu tersebut (termasuk Hong Kong) mencapai 335.172. Jumlah itu meningkat 31,8 persen dari 254.347 orang pada tahun 2006. Diharapkan, tahun 2008 melalui VIY akan meningkat 19,3 persen atau sekitar 400.000 orang.
"Untuk mencapai target kunjungan wisman asal Tiongkok memang bukan hal mudah. Berbagai upaya promosi telah dilakukan oleh Depbudpar, bersama kalangan industri. Di antaranya memanfaatkan acara-acara promosi di Tiongkok, fam trip, hingga pembentukan representative office di Guangzhou dan Hong Kong. Namun, upaya itu belum cukup," ungkapnya.
Untuk itu, lanjutnya Depbudpar pun sangat menyambut baik kerja sama dengan PT Bank ICBC Indonesia dalam mempromosikan VIY 2008. Terlebih perusahaan ini merupakan salah satu bank terbesar di dunia, dengan jumlah pemegang kartu kredit aktif yang mencapai 23 juta.
"Kami pun berharap sejak kerjasama ini ditandatangani, maka PT Bank ICBC dapat membantu menarik para pemegang kartu kreditnya untuk datang ke Indonesia," ujar Wacik.
Menurut Wacik, jumlah wisman ke Indonesia pada bulan Januari 2008 mencapai sekitar 437,6 ribu atau naik 13,24 persen dibanding jumlah wisman pada Januari 2007 yang mencapai 386,5 ribu orang. Sementara bulan Februari 2008 naik 15 persen dibandingkan bulan yang sama di tahun lalu.
"Kalau melihat kenaikan tersebut, berarti ada alasan bagi kita untuk optimistis mampu mencapai jumlah 7 juta selama VIY 2008," tegasnya. Wacik melanjutkan, jumlah wisman yang datang melalui 11 pintu masuk utama pada Januari 2008 naik 14,37 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya, yaitu dari 314,9 ribu orang menjadi 360,2 ribu orang. Sedangkan jumlah wisman ke Bali pada Januari 2008 naik 27,49 persen dibanding Januari 2007.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pemasaran, Depbudpar, Sapta Nirwandar mengatakan, dalam MoU yang disepakati, pihak ICBC akan membuat program-program ekslusif untuk pemegang kartu ICBC, dan memasukkan program-program VIY 2008 ke dalam bahan-bahan promosi dan website ICBC.
"Data, informasi dan bahan promosi lainnya yang diperlukan akan disediakan Depbudpar bekerja sama dengan asosiasi. Kami juga akan memberikan surat rekomendasi untuk melibatkan ICBC dalam program-program promosi VIY 2008," urainya. [Y-6]