
[JAKARTA] Naif dan 13 band lainnya bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) membuat album kompilasi Siaga Bencana yang di- beri tajuk Selamatkan Bumi, Juga Nyawa yang akan diluncurkan pada pada Mei mendatang.
Dalam keterangan kepada wartawan yang berlangsung, Selasa (1/4) di Jakarta, album tersebut digarap Naif bersama grup band lain, seperti Samsons, White Shoes, Efek Rumah Kaca, Navicula, The Upstairs, St Loco, Ronald Disko, NGM, Netral, Mocca, 70 'OC, Franky Sahilatua, dan Buset.
Menurut Koordinator "Public Education Community Preparedness" LIPI Irina Rafliana, album tersebut akan dirilis secara resmi pada Hari Pengurangan Risiko Bencana Internasional pada minggu ketiga bulan Oktober. Album itu, menurut drumer grup band Naif Pepeng, terdiri dari 14 lagu. Masing-masing grup band menciptakan dan menyanyikan satu lagu.
Meski demikian, seperti dikutip ANTARA, Naif menyiapkan lima lagu khusus untuk album kompilasi Siaga Bencana.
"Kami sudah punya stok lima lagu," kata pemain drum kelompok musik pop Naif, Franki Indrasmoro Sumbodo alias Pepeng di sela penandatanganan kerja sama pembuatan album kompilasi antara 14 band dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Jakarta. Pepeng mengatakan, dari lima stok tersebut ada yang sudah jadi, misalnya lagu soal banjir, tetapi ada pula yang belum ada judulnya, bahkan ada yang belum ada liriknya.
Peduli Bencana
Dari kelima lagu tersebut, ujar alumni Institut Kesenian Jakarta (IKJ) angkatan 1994 itu, akan dipilih satu yang paling sesuai untuk album kompilasi tersebut, karena masing-masing band hanya menyumbang satu lagu saja.
Pepeng mengatakan, meskipun citra lagu-lagu Naif selama ini berkesan jenaka, namun tidak ada masalah jika di album kompilasi siaga bencana ini, kesan lagu yang disumbangkannya tidak sesuai citra itu.
"Yang jelas kami sangat peduli pada bencana dan ingin masyarakat tahu bagaimana bersiap-siaga dan menghindari bencana itu," kata pria berambut ikal ini.
Nantinya, album kompilasi ini terdiri dari 14 lagu yang diciptakan oleh masing-masing dari ke-14 band itu secara bebas, berbekal pengetahuan yang diberikan oleh para pakar bencana dari LIPI. Album Kompilasi tersebut kemudian akan diproduksi oleh LIPI dan diluncurkan di bawah label Electrified Record sebanyak 5.000 keping CD.
Menurut "Executive Director of Community Preparedness" LIPI Profesor Jan Sopaheluwakan, pembuatan album Siaga Bencana merupakan program sosial yang bertujuan menjangkau masyarakat di berbagai daerah rawan bencana dan menyajikan pemahaman yang efektif tentang gerakan siaga bencana di Indonesia dalam bentuk musik. Oleh karena itu, album tersebut dirangkum berdasarkan informasi dan ilmu pengetahuan yang diberikan pakar bencana dari LIPI, khususnya tentang berbagai bencana alam di Indonesia. Misalnya, musibah banjir dan Tsunami yang melanda Aceh sehari setelah Natal tahun 2004 mengakibatkan ribuan orang tewas.
Sementara itu, Titi Moektijasih dari "United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs" (UNOCHA) mengimbau pemusik agar menciptakan lagu yang bersemangat, karena lagu sedih hanya menambah kepedihan hati para korban bencana alam.
Dikatakan, konsep science in music dalam proyek sosial masih asing di kalangan masyarakat Indonesia. Konsep ini meniru konser Live 8 yang diselenggarakan oleh Bono, vokalis utama U2, band asal Dublin Irlandia. Pengucapan angka delapan dalam bahasa Inggris, eight sama dengan kata aid yang bermakna bantuan. Konser ini bermaksud meningkatkan kesadaran terhadap isu seputar Afrika sekaligus menarik dana bantuan guna mengatasi masalah, seperti AIDS, kemiskinan, dan kelaparan. [RPS/N-4]