SUARA PEMBARUAN DAILY

Sekilas

SP/Luther Ulag

Presiden Direktur PT Federal International Finance (FIF), anak perusahaan PT Astra International Tbk, Suhartono (kedua dari kanan), Komisaris FIF, Johanes Loman (kanan), Direktur FIF, Arietta Adrianti (kedua dari kanan), dan Direktur Kresna Securities, Andruw Aswin (kiri) berbincang pada acara penawaran umum obligasi FIF-VIII, Selasa (1/4). di Jakarta. FIF yang bergerak di bidang jasa pembiayaan kredit sepeda motor itu menawarkan obligasi sebesar Rp 1 triliun.

FIF Targetkan Rp 13 Triliun

PT Federal International Finance (FIF), anak usaha PT Astra International Tbk yang bergerak di bidang pembiayaan sepeda motor, menargetkan total pembiayaan 2008 mencapai Rp 13 triliun atau naik dari Rp 12,5 triliun pada 2007. Presiden Direktur FIF Suhartono mengatakan, target tersebut akan dipenuhi dari pembiayaan kendaraan baru sepeda motor Honda sebesar Rp10 triliun, sepeda motor bekas Rp 2 triliun, dan kredit elektronik Rp1 triliun.

"Tahun ini penjualan Honda diperkirakan 2,4 juta unit. Porsi yang dibiayai FIF 925 unit atau sekitar Rp 10 triliun," katanya dalam paparan publik penawaran obligasi FIF VIII Tahun 2008, di Jakarta, Selasa (1/4).

Untuk pembiayaan sepeda motor bekas, lanjutnya, diperkirakan mencapai 280 unit, meningkat dibandingkan 191 unit pada 2006. Untuk menjaga pertumbuhan kredit, FIF berencana mengoptimalkan pembiayaan di luar Pulau Jawa, terutama Sumatera dan Sulawesi.

Dia menambahkan, sumber dana untuk memenuhi target pembiayaan Rp 13 triliun, sekitar 60 persen atau sekitar Rp 8 triliun berasal dari joint finance dengan perbankan dan lembaga multifinance, lalu sisanya Rp 5 triliun berasal dari pinjaman bank dan obligasi VIII FIF yang diterbitkan senilai Rp 1 triliun. [J-9]

Hipmi Jaya Siapkan Dana Bergulir

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia wilayah Jakarta (HIPMI Jaya) tengah menyiapkan program dana bergulir senilai Rp 10 miliar yang akan diberikan kepada para pengusaha anggotanya yang rata-rata dihadapkan pada masalah permodalan akibat minimnya akses ke perbankan nasional.

"Aliran dana bergulir yang dikenal dengan Arisan Bisnis HIPMI Jaya ini diberikan pada anggota yang mengajukan pinjaman maksimum Rp 250 juta dengan suku bunga sesuai dengan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) 8 persen," kata Ketua Umum HIPMI Jaya Adisatrya Sulisto di Jakarta, Senin (31/3).

Dia mengatakan, pinjaman ini berjangka waktu dua tahun dan setiap pengusaha yang meminjam harus menyediakan kolateral (jaminan) senilai 10-25 persen dari jumlah pinjaman yang disetujui.

Guna memaksimalkan risiko gagal bayar, maka disiapkan beberapa mekanisme aturan yang inovatif, sehingga para pengusaha yang meminjam terdiri dari 10 orang dalam satu kelompok dengan mekanisme tanggung renteng.

"Jadi kalau ada salah satu yang gagal bayar, maka sembilan pengusaha lainnya menanggung risikonya bersama-sama. Ini dimaksudkan agar mereka saling mengawasi," katanya. [B-15]


Last modified: 2/4/08