SUARA PEMBARUAN DAILY

Bawa Dangdut hingga Amerika

Sore itu suasana di sebuah kafe terdengar riuh. Suara musik membahana dan sejumlah orang turun melantai. Padahal ini bukan saat untuk ajeb-ajeb. Apalagi yang melantai itu adalah sejumlah wartawan. Musik dangdut mengiringi aksi mereka tersebut. Ini bukan joget sembarang joget, ini adalah senam bugar joget dangdut ala Liza Natalia.

Liza-lah yang menantang para juru warta itu untuk turun ke lantai dan mempraktikkan gerakan senam terbaru yang akan diluncurkan ke khalayak ramai dalam bentuk rekaman VCD. "Ayo, jika selama ini saya yang selalu disuruh joget oleh teman-teman wartawan, sekarang giliran saya mengajak teman-teman untuk mengikuti gerakan joget saya. Dijamin pasti segar kembali," ucapnya sambil mengajak seluruh undangan yang sebagian besar adalah jurnalis itu untuk turun melepaskan atributnya.

Meski awalnya mereka yang turun ke lantai malu-malu, "provokasi" Liza bahwa aksi mereka ini akan bikin sehat mempan juga. Apalagi gerakan senam yang diinstruksikan cukup mudah diikuti. Agar mudah mengingat gerakan, Liza memberi nama yang cukup unik. Seperti rablai, alias rambut dibelai yakni gerakan gerakan tangan dari kepala menuju ke empat arah. Atau darudut, yakni perpaduan gerakan dada, perut dan goyang dangdut. "Semua ini adalah perpaduan gerakan salsa, cha cha, tarian daerah dan modern dance. Hasilnya goyang yang asyik tidak sensual dan porno khan," ucap Liza setelah berhasil membuat para wartawan itu mandi keringat.

Aksi ini seakan ingin menandai kembalinya Liza ke jagad hiburan Tanah Air. "Saya kangen dengan dunia menari dan menyanyi. Atas izin suami, akhirnya saya kembali lagi, ujarnya.

Dia serius untuk kembali. Untuk VCD Senam bugar Joget Dangdut ini, Liza melakukan syuting hingga ke AS. Dia juga mengisi suara untuk semua lagu dalam rekaman senam itu, termasuk dua lagu baru yang bakal menjadi bagian dari album terbarunya Pasukan Joget yang rencananya akan dirilis April mendatang. Liza bahkan berniat untuk memasarkan album barunya itu ke AS. "Ada peluang besar bagi dangdut untuk bersaing dengan berbagai pilihan jenis musik di Amerika. Dalam dangdut itu terdapat berbagai unsur musik yang ada unsur India, Arab, Latin serta bisa dipadukan dengan pop, R&B dan jenis musik lainnya. Keunggulan-keunggulan itulah yang perlu diperkenalkan kepada masyarakat di Amerika," tutur perempuan yang mendapat julukan Ratu Joget itu.

Namun, menurut Liza perlu strategi khusus bagi musik dangdut untuk merebut pasar Amerika. "Mungkin kita bisa masuk dari segi tarian dulu, kemudian musik, baru nyanyian," katanya. Alasannya, karena orang Amerika umumnya lebih mengenal tarian Indonesia ketimbang musik atau lagu Indonesia. "Lihat saja tari Bali yang sudah cukup dikenal di Amerika, juga tarian tradisional Aceh yang makin dikenal, terutama setelah peristiwa tsunami baru-baru ini. Karena salah satu pesona dangdut adalah seni gerak, mungkin orang Amerika bisa mulai menikmati dangdut dari segi ini," tambahnya.

Sebelumnya pada tahun 2006 Liza sudah pernah menjajal pasar Amerika. Dia tampil di hadapan 1.500 penonton di Auditoriium York College, New York. Penampilan saat itu dalam acara Dangdut Goes Amerika yang digelar Kedutaan Besar RI, yang juga berlangsung di negara bagian Virginia.

Bicara soal seni gerak, kemampuan Liza tentunya tidak diragukan lagi karena ia memang lebih dulu menekuni dunia tari dan kebugaran tubuh sebelum dikenal sebagai penyanyi. Dia sempat kuliah di jurusan tari IKJ (Institut Kesenian Jakarta). Selain senam kebugaran, perempuan yang hobi traveling itu mahir salsa. Bagi Liza, bergoyang telah menjadi kebutuhan lazimnya makan dan minum. Menurut perempuan yang pernah belajar jazz ballet di Sumber Cipta asuhan Farida Feisol ini dan kenal balet sejak SD, kalau sampai absen senam, maka badannya bakal pegal-pegal, lemas, dan gampang sakit. Melalui senam ia ingin mengajak semua perempuan menjadi sehat dan seksi. Itu bisa dimaklumi, pasalnya, melalui senam itu pula Liza merasa bisa tampil seksi, sehat, dan men-jadi terkenal.

Liza memang telanjur jatuh cinta pada senam. Karena itu, ketika ada produser yang ingin membuatkannya VCD senam dia tidak menolak. Bagi dia itu untuk menularkan cara hidup sehat. Sebelum ini, dia sudah pernah membuat VCD BL Body Beauty dan VCD Salsa.

Bagi Liza, bergoyang telah menjadi kebutuhan lazimnya makan dan minum. Menurut perempuan yang pernah belajar jazz balet di Sumber Cipta asuhan Farida Feisol ini dan kenal balet sejak SD, kalau sampai absen senam, maka badannya bakal pegal-pegal, lemas, dan gampang sakit. Melalui senam ia ingin mengajak semua perempuan menjadi sehat dan seksi. Itu bisa dimaklumi, pasalnya, melalui senam itu pula Liza merasa bisa tampil seksi, sehat, dan menjadi terkenal. [W-10]


Last modified: 28/3/08